bc

Terpikat Istri Sahabatku

book_age18+
16
FOLLOW
1K
READ
forced
others
drama
bxg
city
secrets
wife
husband
friends
like
intro-logo
Blurb

"Aku menginginkan Indah."

"Apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan? Indah itu istriku! Istriku!"

"Ya, aku menginginkan istrimu," ucap Anjas tanpa rasa berdosa apalagi bersalah.

"Jangan gila kamu, ya!"

"Sayangnya aku memang sudah tergila-gila pada istrimu."

Yuda terjebak diantara pilihan sulit. Indah adalah istrinya meski hanya di atas kertas, tapi dia tidak akan rela memberikan istrinya pada Anjas, sahabatnya sendiri.

"Apa kau pikir aku ini barang? Sudah cukup aku diperlakukan sebagai pajangan di rumah ini dan sekarang Mas Yuda ingin menjualku? Apa Mas Yuda waras?" pekik Indah.

Ini adalah kisah Anjas, Yuda dan Indah. Kisah cinta segitiga yang lahir dari hasrat terlarang seorang pria pada wanita yang menjadi istri dari sahabatnya sendiri.

chap-preview
Free preview
1. Prolog
“Aku menginginkan Indah,” ucap Anjas dengan wajah datar seakan tanpa dosa. Seolah-olah dia hanya mengucapkan sesuatu yang tidak berarti. Yuda, lawan bicaranya begitu geram dengan ucapan Anjas. Tangannya sudah terkepal dan siap melesakkan bogem mentah. Mereka adalah sahabat dekat, tapi karena kebutuhan yang sangat mendesak, Yuda terpaksa meminta bantuan pada Anjas. “Apa kau sadar dengan apa yang baru saja kau ucapkan? Indah adalah istriku,” tanya Yuda. Tangannya semakin erat mengepal hingga tulang-tulang di jemarinya bergemeletuk. “Ya, aku menginginkan istrimu.” “Jangan gila kamu, Anjas!” “Sayangnya, aku memang sudah tergila-gila pada istrimu.” Anjas memberikan tatapan mata seorang dominan yang tidak memiliki candaan sedikitpun di sana. Ucapannya serius dan dia sadar seratus persen dengan apa yang dia inginkan. Anjas sudah menyimpan perasaan ini cukup lama dan ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan Indah, istri dari Yuda, sahabatnya sendiri. Cara yang ia gunakan mungkin kejam, tapi dia tetap mengambil jalan ini. Anjas sadar akan konsekuensi “Beraninya kamu!” pekik Yuda. Dia menarik kerah kemeja Anjas dan melotot padanya. Anjas adalah sahabat yang sudah Yuda anggap seperti adik kandungnya sendiri. Mereka adalah rekan bisnis dan partner in crime, juga rekan saat berpetualang bersama mencari kecantikan di setiap sudut kota. “Indah adalah istriku!” sambung Yuda. “Aku tahu, tapi kamu hanya memperlakukan Indah sebagai pajangan saja, jadi biarkan aku menggantikan tugasmu sebagai suaminya.” Buggh!!! Satu tinju Yuda lesakkan ke rahang kanan Anjas tanpa perlawanan sama sekali. Yuda tidak bisa menahan kegamangan dalam hati untuk setiap kata yang Anjas lontarkan. Meskipun itu adalah sebuah fakta, tapi Yuda tetap enggan untuk melepaskan Indah. Apalagi pada laki-laki yang sama bejatnya dengan dirinya. Anjas juga sengaja tidak menampik tinju yang dilayangkan Yuda. Dia membutuhkan ini untuk menyadarkan diri. Berapa kali pun Anjas menyanggah keinginannya pada sosok istri Yuda, hasrat terlarangnya tak juga sirna dan malah tumbuh semakin liar. “Jangan pernah berharap kamu bisa memiliki Indah! Bahkan dalam mimpimu sekalipun!” hardik Yuda. Yuda sadar sampai detik ini belum bisa membahagiakan Indah dan memperlakukan dia seperti istri yang selayaknya, tapi untuk memberikan Indah pada laki-laki seperti Anjas. Tidak! Dia tidak akan pernah melakukan itu. “Aku menyesal sudah meminta bantuanmu. Aku pikir kita adalah teman.” Yuda melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Anjas, tapi baru beberapa saat langkahnya terhenti. Anjas berhasil menghentikannya dengan suara bernada ancaman darinya. “Pergilah jika kau ingin seluruh usaha dan jerih payahmu selama bertahun-tahun musnah. Ingat, ada banyak kepala keluarga yang menggantungkan pendapatan dari perusahaanmu.” Rahang Yuda mengeras dan ia membiarkan giginya saling beradu menahan amarah. Dia benar-benar tidak berdaya saat ini. Usaha yang sudah bertahun-tahun ia rintis kini mengalami krisis. Dana segar sangat dibutuhkan untuk membuat perusahaannya tetap bisa berjalan dan kembali pulih. Namun dengan keadaan perusahaannya saat ini, akan sangat mustahil mendapatkan investor yang murah hati dan mencurahkan banyak modal. Bahkan bank pun tidak berani memberikan pinjaman terlalu banyak pada perusahaan Yuda. Satu-satunya jalan adalah meminta bantuan Anjas, tapi siapa sangka Anjas meminta sesuatu yang begitu tidak masuk akal. “Yud, kamu mungkin tidak keberatan untuk hancur. Tapi bagaimana dengan nasib karyawan-karyawanmu?” Anjas bicara seraya menghapus noda darat di sudut bibirnya. Ada rasa karat yang sudah memenuhi rongga mulutnya. Dan benar saja, sudut bibirnya sobek dan mengeluarkan darah. Anjas melangkah mendekati Yuda yang kini berdiri mematung. Dia sadar saat ini ia sedang menjadi laki-laki yang paling b******k di dunia. Memanfaatkan kejatuhan temannya dan menggunakan untuk mendapatkan istrinya. Apalagi sebutannya kalau bukan biadab? “Yud, istrimu berhak bahagia dan dia akan bahagia bila bersamaku. Aku bisa memberikan semua yang tidak bisa ia dapatkan darimu.” Kembali satu tinju Yuda layangkan pada Anjas tapi kali ini Anjas menangkapnya dengan begitu mudah kemudian ia membalikkan keadaan dan membuat Yuda kesakitan. “Aku membiarkanmu sekali bukan berarti aku akan kembali mengijinkan kamu melakukannya lagi!” ucap Anjas. Kedua sahabat itu tak mungkin menyangka akan terlibat dalam perseteruan seperti ini. Usia keduanya tidak lagi muda. Yuda sudah berusia tiga puluh satu tahun sedangkan Anjas berusia dua puluh tujuh tahun. Meski terpaut usia tapi mereka berteman baik. “Lupakan kalau kita pernah menjadi teman!” “Hah, kita lihat saja besok. Aku yakin besok kau akan berubah pikiran. Singkirkan Indah dari hidupmu dan biarkan aku yang menggantikanmu. Perusahaanmu aman dan aku senang. Kita semua senang, ini namanya simbiosis mutualisme.” “Banyak omong!” Yuda kembali melayangkan tinju dan Anjas juga menangkis, keduanya bergulat dan saling memberikan pukulan. Sahabat baik yang dulunya selalu bersama dan berbagi suka cita kini beradu tinju. Ruangan yang rapi kini hancur karena sebagian barang-barang yang ada di sana terkena imbas perkelahian mereka berdua. Jika bukan karena sekretaris Anjas yang berteriak meminta bantuan keamanan, niscaya mereka berdua akan berkelahi hingga salah satu tidak bisa bergerak lagi. Petugas keamanan gedung membawa Yuda keluar dari ruangan Anjas. Mereka berdua sama-sama babak belur. Anjas melesakkan pukulan yang sudah sejak lama ia tahan dan Yuda juga tidak menahan pukulannya karena sakit hati dengan sikap dan keinginan Anjas yang tidak masuk akal. Anjas duduk di sofa dan menyandarkan kepala di sandaran sofa. Dia menepis tangan sekretarisnya yang mencoba membersihkan noda darah dan ingin mengobati lukanya. “Keluar,” ucap Anjas. Dia ingin menjernihkan pikiran. Dia tidak habis pikir bisa mengucapkan dengan mudah apa yang ia pendam selama berbulan-bulan. Mencintai seseorang yang jelas-jelas sudah memiliki suami dan celakanya adalah sahabatnya sendiri. *** “Apa kau pikir aku ini barang? Sudah cukup aku diperlakukan sebagai pajangan di rumah ini dan sekarang kau ingin menjualku? Bahkan pada teman Mas Yuda sendiri?” jerit Indah tak percaya setelah mendengar apa yang diucapkan sang suami. Yuda meminta agar Indah bersedia menikah dengan Anjas setelah Yuda menceraikannya. Sungguh tidak memiliki hati. Wanita mana yang sanggup bertahan selama ini dengan laki-laki seperti Yuda? Dia rela menjadi perawan setelah dua tahun pernikahannya dengan Yuda. Dia tidak menuntut Yuda dalam hal apapun, selama mereka tetap dalam ikatan pernikahan. Namun sekarang apa balasannya? Dia akan diceraikan dan lebih dari itu, Indah diminta untuk menikahi sahabat Yuda. b*****h! Yuda bersimpuh di kaki sang istri. Dia lemah, sangat lemah. Dia frustasi menghadapi hidupnya yang jungkir balik. Yuda tidak takut menjadi miskin, tapi bagaimana dengan keluarganya? Bagaimana dengan karyawan yang menggantungkan hidup dari pendapatan bekerja di perusahaan miliknya? “Indah, maafkan aku. Kumohon, kali ini tolonglah aku. Ini tidak akan lama, aku akan merebutmu kembali dari Anjas dan setelah itu, aku akan menjadi suamimu yang sesungguhnya.” Indah menatap benci pada sang suami. Bagaimana bisa ada laki-laki setega ini? Apa dia tidak tahu kalau Indah hanya wanita biasa yang juga punya hati? “Apa Mas Yuda pikir pernikahan adalah sebuah permainan? Pernikahan adalah ikatan suci yang tidak bisa Mas Yuda permainkan. Camkan itu!” Indah pergi meninggalkan Yuda yang terus memohon pada Indah. Ini adalah kisah Anjas, Indah dan Yuda. Apakah nantinya Anjas berhasil mendapatkan Indah? Akankah Indah bersedia menuruti permintaan Yuda, dan apakah Yuda benar-benar merelakan Indah untuk Anjas? Kisah cinta segitiga yang lahir dari hasrat terlarang seorang pria pada wanita yang menjadi istri dari sahabatnya sendiri.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
199.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
14.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.2K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
69.9K
bc

My Secret Little Wife

read
132.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook