"Ehm, Mas …." "Engh …." Suara itu, erangan yang tertahan, diikuti dengan suara benturan kecil antar kulit. Lima jari tangan Lisa meremas sprei di bawah tubuhnya, sedangkan lima jari yang lain meremas rambut pria yang saat ini berada di atas dadanya. William menghisap areola di sebelah kanan d**a* istrinya, sedangkan tangan kanannya bermain pada sesuatu yang sama menonjol di sebelah kiri. Pinggul pria itu bergerak memompa lubang yang melahap pusakanya, membuat cairan merah keluar dari dalam sana. "Ahn … Mas, s-sakit," rintih Lisa sebab merasakan benda yang memasuki tubuhnya semakin lama semakin membesar. William mendongak, dia merasa penglihatannya kabur sebab bayangan yang dikirim dari otaknya tidak sama dengan apa yang ada di hadapannya. Samar-samar dia menatap gadis yang merintih

