Lawang, 12 Agustus 2021

1609 Words

Vio melihat Biru mengobrol bersama seorang waitress dengan akrab. Cowok itu mengetikkan sesuatu di ponsel milik pelayan itu lalu mengembalikannya. "Terima kasih, Pak Biru," ucap wanita itu sambil tersenyum. Dia lalu meninggalkan Biru dan kembali bekerja. Vio menghampiri sahabatnya itu dan berdiri di sampingnya. "Kamu ngasih nomer ke cewek itu tadi?" tanya Vio. "Dia tipeku," kekeh Biru. "Pegawai yang baru masuk kerja, aku nggak ikut mewawancarai dia kemarin." Vio berdecak-decak. "Kenapa sih kamu nggak nikah aja? Mau sampai kapan jadi perjaka tua? Rosa aja anaknya sudah mau masuk kampus!" Biru melengkungkan senyuman manis. "Karena nggak bisa dapetin kamu, jadi aku males nikah," ucapnya. Vio mendorong dahi cowok itu dengan telunjuknya. "Nggak usah gombal, dihajar suamiku baru tahu rasa!

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD