Lawang, 15 April 2001

1121 Words

Seteleh bus yang melewati cangar datang. Geng warna segera naik. Jingga duduk di bangku ke dua dari belakang. Tanpa di sangka Biru memilih duduk di sebelahnya dengan santai. Ngapain kamu duduk di sini?" tanya Jingga gusar. Sekarang rasanya dia tak bisa terlalu dekat dengan cowok ini. Setidaknya dia harus menjaga jaga jarak aman satu meter atau debaran jantungnya yang cepat itu bisa terdengar "Yang lain sudah penuh," ucap Biru. Jingga memandang teman-temannya yang lain. Vio dan Rosa duduk di depan mereka sementara tiga cowok yang lain duduk di bangku paling belakang. Bangku yang lainnya sudah terisi orang. "Kenapa sih segitu alerginya deket sama aku, kamu masih dendam juga gara-gara tragedi kertas yang masuk ke bajumu itu?" tanya Biru. "Jangan ingetin aku sama itu!" geram Jingga makin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD