Dua Puluh

1836 Words
*DI RUANG MAKAN ISTANA SAYAP BARAT DARKY ISLAND*  Di ruang makan istana Putri Avriel dan Gobi berkostum monster boneka panda tengah menikmati hidangan berbagai jenis kue berbahan keju, coklat, dan krim berbagai varian yang penuh warna dan terlihat lezat, mereka makan bersama di atas meja makan yang begitu megah.  Satu per satu pelayan boneka istana berdatangan menyediakan berbagai macam makanan yang telah disediakan. Tidak hanya kue namun. berbagai jenis makanan barat telah tersaji dengan rapih di atas meja.  Sementara itu Boy yang sempat menemukan Gobi yang di bawa oleh Putri Avriel ke ruang makan, dia secara mengendap-endap mengikuti mereka dan memperhatikan keduanya di balik pilar istana yang besar. Berkat jubah gaib yang bisa membuat dirinya menghilang dari aplikasi The Superpower, Boy bisa menelusuri Istana Sayap Barat ini tanpa khawatir ketahuan para penjaga istana.  *Pemberitahuan! Anda telah menukarkan 25 poin dengan Cloak Of Invisibility Class-D* * Cloak Of Invisibility atau Jubah Gaib merupakan salah satu dari tiga benda pusaka sihir The Deathly Hallows yang bisa membuat penggunanya terhindar dari Dewa Kematian, keberadaan fisik dan aura dihilangkan sehingga orang-orang disekitar tidak mampu melihatnya atau mendeteksinya* *Karena Anda berada di Class-D, maka hanya bisa menggunakan 25% dari potensi sihir jubah gaib ini* *Batas waktu penggunaan 29 menit lagi* *Sisa poin pencapaian Anda 167 pts*   “Hmm.. hidangan mewah itu terlihat enak sekali, tapi melihat suasana dan monster-monster disini yang berbentuk boneka dan mainan, entah kenapa aku jadi curiga dengan kue-kue ini. Wanginya enak sih, tapi di dunia ku dulu ada juga makanan yang terlihat enak tapi sebenarnya itu squishy. Aku jadi ragu untuk mencicipinya.” Gumam Boy yang juga kelaparan dan tergoda dengan makanan-makanan yang disajikan.  “Hey! Aku tidak tau makanan kesukaan monster panda itu apa? Jadi aku menyiapkan semua makanan terenak disini. Jadi makanlah sesukamu panda ku yang lucu.” Kata Putri Avriel yang menunjukkan sosok yang ramah, tampaknya dia tertarik dengan monster boneka panda yang ada di hadapannya karena sikapnya berbeda dengan monster-monster di sekitarnya.  Gobi pun perlahan-lahan mencicipi makanan yang ada dihadapannya. Dia merasa seperti berada di medan perang walaupun berbeda tempat dengan rekan-rekan barunya, para pasukan mayat hidup yang tengah berperang di wilayah tengah Pulau Kelelawar hari ini.  “Gob! Gobu gobu nyam nyam nyam” Gobi yang kelaparan langsung melahap semua makanan yang ada di atas mejanya, dia makan tanpa adab yah karena dia pada dasarnya memang seorang monster Goblin yang tidak beradab, sehingga cara makannya acak-acakan dan belepotan.  “Yahahaha ternyata kau benar-benar kelaparan yah, aku senang melihatnya kamu makan dengan lahap. Kamu benar-benar berbeda dengan monster-monster yang ada disini hahaha.” Putri Avriel tertawa melihat cara makan monster boneka panda yang ada di hadapannya itu.  “Hari ini aku benar-benar sangat bahagia. Karena permen pembawa kebahagiaan yang aku buat bisa disebarkan ke seluruh penjuru dunia, belum lagi malam ini aku akan menguasai seluruh Pulau Kelelawar ini.” Terang Putri Avriel yang menunjukkan rasa bahagianya hari ini dan rasa percaya diri yang tinggi untuk memenangkan pertarungan dengan Istana Sayap Timur.  “Yahahaha! Si Tengkorak bodoh dan para bawahan busuknya akan musnah dengan senjata penghancur undead yang diciptakan Dr Salvador pada peperangan kali ini hahaha.” Kata Putri Avriel yang ternyata memiliki senjata pemusnah masal para monster undead.   Boy dan Gobi terkejut mendengarnya. Namun, Gobi tetap melahap semua makanan yang disajikan para pelayan boneka berpakaian maid yang terus menerus menyediakan makanan baru ketika piring-piring yang disajikan sebelumnya habis.  “Dan belum lagi hari ini aku bisa dekat dengan monster panda yang imut ini, hahaha! Kau benar-benar tidak menunjukkan rasa takut, tidak menangis dan tidak mati ketika berada didekatku. Aku benar-benar sangat senang karena mu hahaha.” Ucap Putri Avriel yang menerangkan kalau monster-monster kecil yang lain atau jika ada manusia yang berada di dekatnya, mereka akan ketakutan, menangis dan bahkan tubuhnya langsung hancur karena aura gelap yang dimilikinya.  Namun Gobi tidak merasakan dampak itu, begitu juga dengan Boy yang seorang manusia tidak terkena dampak dari aura kutukan penyebar penderitaan yang dimiliki oleh Putri Avriel. “SHINE!” Lalu tiba-tiba terlihat cahaya terang di jendela ruang makan dan terasa getaran ledakan dari hutan camazotz sampai menggetarkan Istana Barat.  “Yahahaha~ akhirnya Holy Beam Buster senjata pemusnah monster undead sudah diluncurkan! Selamat tinggal saudara angkat ku Axel Rose Azazil dan bersenang-senanglah di neraka sana hahahaha!”  Melihat cahaya itu, mendengarkan apa yang dikatakan Putri Avriel, Gobi pun berdiri dan menatap Putri Avriel dengan tatapan yang tajam.  “Hey! Ada apa denganmu panda imut? Apa kau tidak suka dengan makanannya?” Tanya Putri Avriel yang heran melihat perubahan sikap monster di depannya.  Namun belum sempat Gobi melakukan pergerakan untuk menyerang, tiba-tiba terdengar suara ledakan beruntun dari arah belakang Istana Sayap Barat.  DUAAARR!! BOOM!! BOOOMMM!!!   “HAH!? Suara ledakan apa itu?! Sumbernya dari arah Funky Hazard! Apa yang dilakukan Frenkenstein yang aku suruh untuk menjaga pabrik?!” Putri Avriel terkejut mendengar suara ledakan yang besar dan cukup menggetarkan ruang makannya, bahkan banyak piring yang terjatuh bersamaan dengan kue-kue yang terlihat lezat berhamburan di atas lantai. Boy pun ikut terkejut mendengarnya, dia sempat berpikir apakah ini perbuatan s***h Zombie dan salah satu anggota ZMB 48.  “Sial! Aku harus memeriksanya langsung!” Menyadari ada masalah di Funky Hazard Factory, Putri Avriel pun bergegas kesana untuk memastikan apa yang tengah terjadi disana.  Boy dan Gobi tidak tahu apa yang sedang terjadi di belakang Istana Sayap Barat. Namun, saat ini mereka menerbitkan senyum tipis di wajahnya.  “Ini waktu yang tepat untuk kita beraksi Gobi.” Boy melepas jubah gaibnya dan memberikan sinyal pergerakan kepada Gobi.  *FUNKY HAZARD FACTORY*  “Hehehe aku tidak melihat Dr Salvador disini Fren...” Kata Frenkenstein yang mengendap-endap di ruang penelitian Dr Salvador. “Menurut jaringan informasi laba-laba, Dr Salvador berada di Goa Camazotz dan tengah mempersiapkan kebangkitan Salazar.” Kata Jorogumu monster laba-laba putih yang mempunyai corak garis warna ungu di punggungnya.  “Semoga Yang Mulia Ratu bisa menghentikan mereka disana” Frenkenstein mengkhawatirkan Ratu Mia yang siap membalaskan putranya Webi dan saat ini tengah pergi menuju Goa Camazotz  “Tenang saja, ada Luna yang akan membantu Ratu Mia.” Ucap Fay yang mengetahui kemampuan Luna yang bisa diandalkan disaat-saat yang genting.   “Yah senang mendengarnya dan dibantu oleh seorang penyihir kucing hitam yang bisa diandalkan. Kalau begitu kita segera hancurkan Funky Hazard, lalu menuju Gua Camazotz untuk membantu Ratu dan Luna.” Kata Frenkenstein yang memasang beberapa bom di sudut-sudut ruangan penelitian yang berisikan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar.  Sebelum penghancuran penuh, Frenkenstein dan Fay mengarah ke ruang rahasia di dekat kolam ikan ruang penelitian yang menjadi tempat eksperimen obat penawar Happy Candy. Jadi, selama ini Frenkenstein mencoba berbagai cara untuk membuat obat penawar dari permen yang menyebabkan kegilaan itu.  Sedangkan Jorogumo menyebarkan jaring-jaringnya agar menjadi jalur api yang bisa dengan cepat meluas dan mengarah ke bom-bom peledak yang sudah disiapkan oleh Frenkenstein.  Mereka sempat dihadang oleh monster-monster boneka pabrik, tapi itu bukanlah halangan besar bagi mereka bertiga.  “Hehehe.. karena para pengawal utama dan manager Funky Hazard berada di medan perang Hutan Camazotz jadi penjagaan disini berkurang dan banyak celahnya. Lagian juga yang ditugaskan menjaga ruang produksi ini adalah aku.” Frenkenstein tertawa karena akhirnya mendapatkan kesempatan emas untuk menghancurkan pabrik permen ini.  “Kau benar-benar jenius Frenken-san.” Puji Fay yang masih ragu kalau monster berkepala besar memiliki kecerdasan yang lebih baik darinya.  “Baiklah Nona Fay, bisakah kau membawa ikan-ikan ini untuk mengobati korban-korban Happy Candy?”  “Tentu saja, dengan sihir water balloon aku akan menampung semua ikan-ikan ini dan memasukkannya ke kantong sihir ini.” Ucap Fay dia mengeluarkan sihir balon air yang membuat ikan-ikan penelitian itu keluar dari aquarium tanpa kehilangan air dan ia pun mengeluarkan kantong sihir yang bisa menampung apa pun, baik benda mati atau pun makhluk hidup dengan baik.   “Waw! Kantong sihir itu hanya bisa dimiliki oleh para siswa akademi kerajaan. Aku baru tahu ternyata kau adalah siswi dari akademi kerajaan yah Nona Fay.” Frenkenstein terperangah setelah melihat simbol akademi kerajaan di kantong sihir itu.  “Hehehe kau ternyata tahu banyak yah Frenken. Sebenarnya aku ini siswi kelas sihir tahun pertama loh, jadi pengetahuan sihirku masih sangatlah sedikit.” Terang Fay yang memberitahukan identitas dirinya sebagai siswi akademi sihir kerajaan.  “Hahaha tapi kau sudah banyak membantu kami loh Nona Fay. Apalagi dengan kantong sihir itu kita bisa menampung banyak obat penawarnya.” “Benarkah? Hahaha aku senang bisa menjadi berguna.”  Misi membawa ikan-ikan laut sebagai obat penawar Happy Candy telah selesai, sekarang mereka akan fokus pada penghancuran Funky Hazard secara total.   Tapi ditengah misi terakhir dijalankan, Jorogumo yang sedang menyusuri pabrik tiba-tiba berhadapan dengan Putri Avriel.  “Hah! Apa ini? Monster laba-laba inikah yang menyebabkan Funky Hazard ku terbakar seperti ini?” Putri Avriel terlihat marah melihat seekor monster laba-laba yang mulai menjalarkan api-api dengan jaring laba-labanya ke seluruh sudut ruangan pabrik permen ini.  “Kurang ajar kau! Aku akan membunuhmu laba-laba sialan!” Teriak Putri Avriel dengan geram.  Dengan aura hitamnya Putri Avriel menyerap energi Jorogumo sampai-sampai tubuhnya mengering.  “Sial sekali… pada akhirnya aku akan menyusul adikku Webi gumo.” Jorogumo mulai sekarat karena hampir seluruh energi kehidupannya diserap oleh Putri ke enam Raja Iblis itu.  Di saat Jorogumo yang mulai sekarat, Frenkenstein dan Fay datang untuk menyelamatkannya. Melihat kondisi Jorogumo yang sekarat, Fay yang merupakan penyihir elemen air menggunakan sihir water healing untuk memberikan pertolongan kepada Jorogumo.   “Pp pu.. tri.. Av..riel!?”Frenkenstein terkejut dengan kehadiran sang penguasa istana sayap barat memergokinya bekerjasama dengan monster laba-laba putih dan ditemani oleh seorang manusia.  “HAH!? Frenkenstein apa yang sudah kau lakukan hah?! Apakah kau bekerjasama dengan monster laba-laba putih itu? Dan siapa gadis yang bersamamu itu?!” Putri Avriel semakin berang, kemarahannya semakin memuncak.  Ini menjadi kondisi yang amat sangat gawat bagi Frenkenstein, Fay dan Jorogumo karena tidak ada diantara mereka yang bisa mengimbangi kekuatan Putri Avriel.  “Blue Fire Magic, Activated.” Kekuatan sihir api biru yang menjadi sihir andalan Putri Avriel telah diaktifkan dan mulai menyerang Frenkenstein.  “Aku akan menghukummu Monster Berkepala Sekrup! Karena kau telah mengkhianatiku! Maka rasakan ini!” Putri Avriel mulai mengeluarkan serangan blue fire-nya ke arah Frenkenstein.  “Aaaarrrrggghhh!!! Fay! Jorogumo! Segera lari dari sini.” Frenkenstein meringis kesakitan dan menyeru ke dua kawannya untuk segera melarikan diri dari Sabg Putri Tirani.  Melihat apa yang tengah terjadi pada Frenkenstein yang terbakar oleh api biru, Fay dan Jorogumo yang ingin melarikan diri tiba-tiba tidak bisa bergerak dan mematung.  Energi negatif yang dikeluarkan oleh Putri Avriel membuat mereka merinding ketakutan dan dalam keputusasaan yang teramat dalam.”  Di saat bersamaan tiba-tiba terdengar suara melodi gitar dengan distorsi yang tajam. “JREEEENNGG!!!” “Hah! Suara apa lagi ini? Sungguh sangat mengganggu sialan!”  Nada melodi musik Sweet Child O’ Mine pun menggelegar di tengah-tengah mereka. Lalu siluet seseorang berambut kribo, bertopi bundar sambil membawa sebuah gitar tampak terlihat dengan efek ledakan api yang meledak di belakangnya.   “Oh Baby! Namaku s***h, zombie rockers terbaik dari Istana Sayap Timur.. HELL YEAH!”  Melihat hal itu membuat Putri Avriel terkejut dan semakin geram.  “Kenapa ada zombie busuk di wilayahku ini?!”  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD