Sembilan Belas

1224 Words
*AULA SARANG LABA-LABA PUTIH*  Di tengah suasana berkabung karena salah satu anak Ratu Laba-laba Putih tewas di bunuh Aries dan kemarahan yang semakin menjadi-jadi dari kelompok laba-laba putih, Frenkenstein datang dengan langkah yang berat membawa kotak besar berisikan ikan-ikan laut didalamnya.  “Nyaaww~  monster berkepala besar datang!” Luna si kucing hitam terkejut melihat sosok manusia bertubuh besar, kulit-kulitnya penuh bekas jahitan dan di kedua sisi kepalanya tertanam skrup itu.  “Heee Frenken-san! Kau benar-benar kenalan Ratu Mia!?” Seru Fay melihat sosok yang sempat menyelamatkannya ketika baru sampai di Pulau Kelelawar ini.  “Eh?! Kk.. kau…?” Frenkenstein terkejut melihat gadis remaja ceria yang sempat ia tolong sebelumnya.  “Profesor Frenkenstein! Kau sudah datang.” Sapa Ratu Mia.  Luna dan Fay terkejut ketika Ratu Mia memanggilnya professor.  “Ah iyah, Prof Frenkenstein merupakan monster terjenius di Pulau Kelelawar ini.” Terang Sang Ratu Laba-laba Putih itu.  “Nyaaww~ melihat penampilannya sungguh sulit untuk dipercaya kalau dia monster jenius.” Karena penampilannya, Luna meragukan kecerdasan monster yang terlihat lambat dimatanya.  “Waw! Ternyata kau sepintar itu Frenken-san.” Ucap Fay yang juga penasaran dengan kejeniusan monster buatan yang bagian-bagian tubuhnya merupakan penyatuan dari orang-orang berbakat yang sudah meninggal.  “Hehehe maaf karena aku datang terlambat Yang Mulia Ratu dan teman-teman sekalian.” Ucap Frenkenstein dengan sopan dan rendah hati kepada rekan-rekan aliansinya.  Luna dan Fay semakin terkejut mendengar Frenkenstein bisa berbicara dengan lancar.  “Lalu apa yang Anda bawa itu prof?” Tanya Ratu Mia melihat Frenkenstein membawa sekotak aquarium yang berisi ikan-ikan yang berwarna-warni.  “Oh ini adalah ikan laut hasil eksperimenku dan ini sudah terbukti bisa menyembuhkan orang-orang yang menderita karena Happy Candy.” Jawab Frenkenstein yang ternyata sudah berhasil menemukan obat penawar bagi korban-korban permen penyebab kegilaan.  Ratu Mia, Luna dan Fay semakin terkejut mendengarnya. Sungguh Frenkenstein ini monster yang penuh dengan kejutan.  “Wow! Benarkah itu professor?!” Ratu Mia sangat menantikan berita yang membahagiakan ini sejak lama.  “Hehehe iyah, mari kita coba buktikan kepada anak-anakmu Ratu Mia.” Frenkenstein ingin menunjukkan hasil eksperimennya dengan membuktikannya langsung kepada anak-anak laba-laba putih yang telah memakan Happy Candy sebelumnya.   Mereka pun menuju ke sarang karantina. Dan dari kejauhan sudah terdengar suara tertawa yang begitu keras.  *SARANG KARANTINA MONSTER LABA-LABA PUTIH*  Suasana sarang karantina layaknya rumah sakit jiwa yang dipenuhi oleh orang-orang yang mengalami kegilaan. Ada yang tertawa-tawa sendiri, ada yang tengah berhalusinasi dan berbagai tingkah laku yang tidak masuk di akal lainnya.  “Kk kasian sekali anak-anak laba-laba ini. Ratu Mia, berikan ikan-ikan ini kepada mereka.” Lalu frenkenstein membuka kotak penyimpanannya yang ternyata berisikan ikan-ikan laut yang mengeluarkan air mata dan nampak begitu sedih.  “Nyaaaww~! Kenapa ikan-ikan ini nampak sedih dan mengeluarkan air mata begitu nyaw?”  “Aku memberi makan Happy Candy kepada ikan-ikan laut ini, namun anehnya efek yang terjadi kepada mereka bukannya bahagia tapi malah bersedih dan menangis.” Terang Frenkenstein yang melihat reaksi ikan-ikan menunjukkan dampak sebaliknya dari Happy Candy yang seharusnya menjadikan siapapun yang memakannya akan tertawa, namun mereka malah bersedih.  “Heee malah memberikan efek sebaliknya yah?!” Ucap Fay yang memelototi ikan-ikan di dalam aquarium itu.  "Hehehe betul sekali Nona Fay dan aku mencobanya ke monster boneka yang menjadi kelinci percobaan Happy Candy dan efeknya dia kembali normal.” Frenkenstein menerangkan.  “Waw! Hahaha kau memang jenius professor. Kalau begitu, Jorogumo, La Llorona dan Ren kalian berikan ikan-ikan ini kepada adik-adik kalian disini.” Ratu Mia memuji Frenkenstein dan menyuruh ke tiga anaknya untuk memberikan ikan-ikan yang menjadi obat penawar happy candy.  Lalu ketiga anak laba-laba besarnya memberi makan adik-adiknya dengan ikan laut yang di bawa oleh Prof Frenkenstein. Dan tidak lama kemudian para laba-laba korban Happy Candy ini pun berangsur-angsur pulih.  Kejadian ini tentunya memberikan kebahagian kepada Ratu Mia dan menambah harapan kepada Luna dan Fay karena dengan ini penduduk di kota mereka bisa disembuhkan.  “Akhirnya kalian sudah kembali normal anak-anakku yang malang”  Anak-anaknya pun mengerumuni dan memeluk Ratu Mia dan kakak-kakaknya.   “Nyaaaww~ dengan ini kita tinggal menghancurkan Funky Hazard nyaaww.”  “Hehehe aku sudah menyiapkan bahan bakarnya dan di beberapa titik ruangan sudah aku taruh bom peledak.” Kata Frenkenstein yang sudah melakukan persiapan  untuk menghancurkan pabrik permen itu.   “Kalau begitu sudah saatnya kita beraksi, setelah ini kita harus membalaskan dendam anakku di Gua Camazotz.”  Ratu Mia, Prof Frenkenstein, Luna, Fay dan pasukan laba-laba putih sudah siap dengan pertempuran mereka.  *HUTAN CAMAZOTZ WILAYAH TENGAH PULAU KELELAWAR*  Pertempuran antara Pasukan Boneka Istana Barat dan Pasukan Zombie Istana Sayap Timur sedang berlangsung dengan  sengit.   Kapten Axel dengan kekuatan sihir kegelapannya bertarung menghadapi pengawal pribadi Putri Avriel Joker yang mengeluarkan serangan kartu-kartu yang melesat dengan tajam ke arah Kapten Axel.  “Magic Gravity Maelstrom” Sihir serangan Kapten Axel berbentuk bola hitam dengan petir ungu disekitarannya dilesatkan ke arah Joker.   “Magic Heart of Sword.” Joker pun mengeluarkan jurus pamungkasnya dari kartu-kartu yang melayang didepannya berubah menjadi pedang cahaya dan ditujukan ke arah Kapten Axel.  Kedua serangan sihir itu pun saling berbenturan dan menghasilkan ledakan yang besar.  Di sisi lain medan pertempuran, Monster Jerami berkepala labu Jack O’ Lanternberhadapan dengan Clown si Monster Badut. Jack O’ adalah seorang pemain biola Bajak Laut Axel merubah busur biolanya menjadi pedang rapier yang nampak tipis namun sangat tajam, sedangkan Clown mengeluarkan sabit dewa kematiannya dan mulai menyerang Jack O’ dengan kecepatannya. Pertempuran yang mengandalkan kecepatan pun terjadi di atas langit diantara mereka.  Roman Irama mengeluarkan tembakan dari ujung gitar buntungnya ke arah MJ Zombie, namun dengan tarian uniknya Mang Jajang berhasil menghindari rentetan tembakan itu. Lalu MJ pun melemparkan topi koboi yang mengeluarkan jarum-jarum cahaya seperti tembakan yang memencar ke arah Roman Irama, pertarungan saling tembak terus belanjut diantara mereka.   Medan perang para monster wanita pun dimulai. ZMB 48 dan Darky Musume saling berhadap-hadapan, mereka telah berancang-ancang mempersiapkan diri untuk bertarung. Lalu… musik hip-hop pun dimainkan. Battle dance pun berlangsung diantara mereka.  Keadaan kacau-balau terjadi di bagian tengah Hutan Camazotz Pulau Kelelawar, ledakan dimana-mana, asap-asap menjulang tinggi ke langit, suara-suara teriakan menggema di medan perang ini, bahkan ada kepala zombie yang terlepas, menggelinding seperti bola, namun mereka adalah para monster yang tidak pernah  bisa mati. Sisi manakah yang akan memenangkan peperangan ini?   “Kita harus mengakhiri perang ini dengan segera!” Ucap Joker dalam pertarungannya.   “Gyahahaha! Menyerahlah kalian karena kalian tidak pernah bisa memusnahkan kami!” Axel mampu menyudutkan Joker dengan serangan-serangannya.   “Persiapan kami akan segera selesai!” Clown melihat sinyal dari anak buahnya.  Lalu tepat dari arah Gunung Merapi Camazotz sebuah meriam besar siap ditembakan.   “Oohohoho O’, tembakan meriam seperti itu tidak akan mampu menjatuhkan kami O!” Jack O’ Lantern tidak goyah, karena serangan meriam tidak akan bisa menghancurkannya dan para pasukan mayat hidupnya begitu saja.   “Kahahaha meriam ini bukanlah meriam biasa, karena kami telah mempersiapkan tembakan Holy Beam Buster yang akan memusnahkan para monster undead, kahahaha!” Kata Joker yang memperlihatkan senjata andalannya yang mampu memusnahkan pasukan mayat hidup.  “Krakakak~ kemenangan sebenarnya sudah ada di tangan kami sejak awal!”   Kapten Axel, Jack O’ Lantern dan para pasukannya langsung terkejut mendengarnya.  “AAWWPAAA? SIAAALL!?”  “Pasukan penembak! Target Lock On!” Clown memberikan aba-aba kepada penembak meriam itu.  Lalu sinar cahaya tembakan Holy Beam Buster pun mengarah ke medan pertempuran.   “O’ MY GOD O’!”   ...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD