Mabuk

1072 Words

Suasana semakin hingar bingar. Aku dan teman-teman tambah semangat berjoget seperti tidak ada lelah sedikitpun. Saling menghentak-hentakkan kaki. Sesekali menggoyangkan kepala, ke kanan dan ke kiri. Panas dan semakin sexy. Aku tidak tahu kalau selama kami di sini ada beberapa mata yang terus memperhatikanku. Tajam dan menyeringai. “Denok, Aku haus. Ayo temani Aku dulu,” ajakku sambil mencoba menarik tangannya. “Baiklah.” Kami berjalan cepat menuju ke kursi dekat bartender. Denok memesan wine lagi ke bartender tampan di depannya. “Tampan, tuangkan wine lagi dong ke gelas Kami berdua ya,” perintah Denok ke bartender tampan tersebut sambil menggoda dan diangguki dengan senyuman manis dan sexi. “Ternyata Elo bisa juga goyang, gimana pengalaman pertama di sini? Asyik kan. Bisa menghilangka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD