Aku sudah tidak sadarkan diri dan ambruk di depan Andre. Tanpa sepengetahuanku ternyata aku ambruk dan pingsan di d**a Pak Adri. Pak Adri memelukku erat sekali seakan tidak akan pernah melepaskannya lagi. Ada perasaan bersalah karena telah meninggalkan diriku sendiri di pesta ini, padahal dengan jelas-jelas dia yang memaksaku untuk datang. Beliau datang di saat yang sangat tepat, di saat Andre sudah sangat siap akan menerima ambrukan badanku, Pak Adri sudah lebih sigap mendorongnya dan membiarkan tubuhku ambruk di d**a bidangnya. “Hampir saja.” Pak Adri memelukku erat. “Ndre, apa yang kamu lakukan. Kenapa bisa sampai seperti ini.” Andre hanya mengendikkan bahu dan pergi meninggalkan kami. Tersenyum hambar dan tidak suka akan kedatangan Adri yang sangat tiba-tiba. Sial!!!! Umpat Andre

