Pria itu merasa sangat puas. Semua cairan sp***a hangatnya dia ledakkan semuanya ke dalam rahimku. Lalu tubuhnya ambruk dan menindihku. Sedangkan aku hanya bisa tersenyum karena percintaan yang luar biasa yang baru pertama kali kurasakan, nafasku terengah dengan denyut nikmat di dalam inti tubuhku yang meledak tiada habisnya. Pasrah dan sangat menikmati. Dengan nafas putus-putus sehabis berc***a. Pria itu membiarkan miliknya masih terbenam di dalam milikku. “Sena, Sayang, Aku masih belum puas,” kata pria itu dengan suara rendah mulai bergerak lagi. Belum sempat aku bersuara, pria itu lebih dulu membalikkan tubuhku. Aku terkesiap dengan perlakuannya. Sedangkan dia dengan mudahnya menarik pinggulnya ke atas. Tanpa melepaskan penyatuan keduanya. Aku merintih, merasakan miliknya yang tera

