Chapter 28

841 Words

Kehadiran Kang Parji yang kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah membawa suasana hangat yang sudah lama hilang dari rumah tua itu. Keadaan ekonomi yang perlahan membaik dan hubungan rumah tangga abangnya yang makin harmonis membuat Danu akhirnya bisa bernapas lega. Batinnya kini terasa jauh lebih tenang dan fokus untuk menatap masa depan. Pagi itu, Danu duduk di meja teras rumah tua sambil membuka laptop tua kesayangannya. Di hadapannya menumpuk beberapa lembar dokumen pendirian badan usaha dan draf rencana kerja untuk studio kontraktor barunya di kecamatan. Parji melangkah keluar dari dalam rumah sambil menyeruput kopi hitamnya, lalu duduk santai di samping sang adik. "Wah, jan serius banget mukamu dari tadi, Nu. Lagi ngerjain apa toh?" tanya Parji riang, mengamati layar lapt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD