Chapter 30

833 Words

Suara denting cangkir teh yang beradu halus dengan piring kecil mengiringi hangatnya obrolan di ruang tengah rumah Parji. Bidan Nani dan Bejo yang masih terduduk dengan wajah pucat menahan malu usai ditegur Pak Gavin, hanya bisa bergeming kaku di sudut ruangan tanpa berani memotong pembicaraan lagi. Pak Gavin merapikan posisi duduknya, menatap Pak Kades, Pak Erna, serta Danu dan Ratih bergantian dengan raut wajah yang mendadak agak serius namun tetap ramah. "Pak Kades, Pak Parji, dan saudara-saudara sekalian..." panggil Pak Gavin pelan, membuat suasana ruang tengah yang tadinya riuh perlahan mereda. "Maksud kedatangan saya, istri saya, dan teman saya Reno sore ini sebenarnya juga untuk berpamitan." Pak Kades mengernyitkan dahi, sedikit terkejut. "Loh, Pak Gavin, Bu Vero... mau pamit ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD