Membawa Nia ke dalam hidupnya adalah sebuah keputusan besar, namun membawa Cinta ke hadapan masa lalunya adalah sebuah keberanian yang berbeda. Prem tahu bahwa kejutan ini tidak bisa disembunyikan selamanya, terutama dari Sakura—wanita yang selama ini menganggap dirinya sebagai "belahan jiwa" platonis Prem. Pagi itu, Prem mengundang Sakura dan Sino untuk sarapan di paviliun galeri. Ia tidak memberi tahu mereka tentang kedatangan Cinta. Ia ingin momen ini terjadi secara organik, tanpa prasangka. Saat Sakura dan Sino masuk dengan gaya ceria mereka yang biasa, langkah mereka terhenti di ambang pintu kafe galeri. Di sana, di atas meja jati panjang tempat Prem biasa memeriksa cetak biru, seorang anak kecil sedang sibuk mewarnai gambar gedung dengan krayon merah jambu. "Mama, lihat! Paman Pre

