BAB 39 - Telur Mata Sapi yang Berlubang

1559 Words

Langkah kaki Yiven Mahendra terasa berat, seolah setiap inci beton yang ia pijak adalah magnet yang mencoba menarik tubuhnya ke bawah. Pukul satu dini hari. Keheningan rumah sakit di jam ini terasa seperti katedral kesunyian; hanya ada dengung lampu neon yang sesekali berkedip dan suara gesekan sol sepatunya pada lantai marmer. Kepalanya berdenyut, rasa penat setelah belasan jam bertaruh nyawa di meja operasi merambat hingga ke sumsum tulang. Harusnya ia pulang. Harusnya ia membiarkan tubuhnya tenggelam di bawah guyuran air hangat dan kasur yang empuk. Namun, kakinya memiliki kehendaknya sendiri. Alih-alih menuju lift parkiran, ia justru berbelok menuju sayap perawatan anak. Ia hanya ingin mengintip. Seperti ritual yang ia lakukan beberapa malam terakhir—sebuah tindakan yang ia tahu salah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD