BAB 32 - Runtuhnya Tembok Rasionalitas

1173 Words

Yiven Mahendra duduk meringkuk di kursi kerjanya. Tubuhnya gemetar hebat, sebuah guncangan yang berakar dari pusat sarafnya. Hanya satu kebiasaan—satu gestur kecil yang dilakukan Nayla di ruang konsultasi tadi—sudah cukup untuk menjungkirbalikkan seluruh dunianya. Logika dan akal sehat yang ia banggakan selama bertahun-tahun—sebelum bertemu Nayla—kini terasa seperti tumpukan kartu yang beterbangan disapu badai. Yiven mengangkat tangannya yang masih bergetar, memegang ponsel dengan pandangan nanar. Di layar itu, nomor telepon detektif swasta yang dikirimkan Tobi berkedip, seolah-olah menantangnya untuk melangkah lebih jauh ke dalam kegelapan. Namun, Yiven merasa nyalinya menguap. Ia tidak punya keberanian untuk menekan tombol panggil. “Untuk apa? Hanya karena sebuah gerakan jari? Hanya ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD