Ruang Operasi nomor satu adalah sebuah katedral kaca dan baja yang terisolasi dari hiruk-pikuk dunia. Di sini, waktu tidak diukur dengan rotasi bumi, melainkan dengan tetesan infus dan fluktuasi grafik pada layar monitor. Udaranya dingin, steril, dan membawa aroma tajam ozon dari alat elektrokauter. Begitu Yiven melangkah masuk dan membiarkan pintu geser itu menutup dengan bunyi klik yang kedap, seluruh kegilaan pribadinya seolah dipaksa mati suri. Yang tersisa di bawah lampu bedah yang menyilaukan hanyalah seorang kardiolog, pasien kecilnya, dan sebuah sumpah suci untuk memperbaiki apa yang rusak. Di atas meja operasi, di bawah tumpukan kain drape hijau, terbaring Fiona. Keselamatan sosok mungil itu kini sepenuhnya berada di tangan Yiven. Di bawah cahaya lampu bedah yang intens, Yiven m

