Sesuai janji Adrian Ia akan mengajak Ayesha ke pantai yang berada di kawasan utara Jakarta. Untuk merefreshkan kembali otak mereka.
"Dinda sama Reza ga ikut?" tanya Adrian, biasanya mereka akan double date di akhir pekan.
"Ngga, mereka mau di nonton katanya Yank!"
"Oke, Kita aja berdua ya"
"Hu uh" Jawab Ayesha sambil mengangguk kecil, Adrian memakaikan helm di kepala Ayesha dan membantu mengaitkannya.
"Ready?"
"I am ready to go!" Ayesha memeluk Adrian dari belakang. Perjalanan dari kampusnya menuju pantai Ancol memakan waktu satu setengah jam.
Mereka duduk santai di pinggir pantai menikmati semilir angin, Ayesha mengeluarkan botol minuman yang Ia beli minimarket sebelum sampai.
"Nih yank!" Adrian menerima botol dan meminum seperempat dari isi botol.
"Sha!"
"Ya!" Ayesha menengok ke arah Adrian. Dilihatnya sorot mata Adrian sedikit gelisah.
"Gapapa!" Adrian tadinya ingin menceritakan semuanya pada Ayesha, tapi Ia takut Ayesha akan marah dan memutuskannya di tambah ancaman Gladysse yang akan menyebarkan video mereka.
"Kamu tau kan, Aku sayang banget sama Kamu!" ucap Adrian menggenggam tangan Ayesha.
"Iya, kenapa sih? Kok Kamu jadi mellow gitu" Ayesha membaca gelagat aneh pada Adrian.
"Apapun yang terjadi, Kamu harus lebih percaya Aku ketimbang orang lain" Adrian mengeratkan genggaman tangannya dan mencium tangan Ayesha. "Aku sayang Kamu!"
"Iya Aku tau, Aku juga sayang sama Kamu" Ayesha mengatakan tulus menatap mata Adrian, Adrian mengecup kening Ayesha sangat dalam. Kemudian membawanya ke dalam dekapan Adrian.
Tinggg, sebuah pesan masuk ke ponsel Adrian.
[Aku tunggu Kamu malam ini di apartemen jam 9] isi pesan yang masuk dari Gladysse.
[Aku ga bisa]
[Jangan main-main denganku Adrian]
[Baiklah! Puas?]
Ayesha memang tipe cewek yang tidak kepo isi pesan ponsel kekasihnya, kadang Adrian sendiri yang menceritakan jika ada sesuatu yang harus Ayesha ketahui. Mereka menjalin komunikasi sangat bagus, jadi kalaupun berantem tidak akan lama.
"Cari makan yuk!" ajak Ayesha siang tadi Ia tidak terlalu banyak makan.
"Ayo!" Mereka berjalan bergandengan tangan menyusuri pantai mencari tempat makan. Pilihan mereka akhirnya makan di KFC.
"Yank, apapun itu kalau Kamu punya masalah ceritain sama Aku ya!" Ayesha sangat tahu Adrian sedang tidak baik-baik saja. "Aku ga mau ngedenger masalah Kamu justru dari orang lain"
"Iya Sayang! Aku janji, tapi untuk masalah yang satu itu Aku belum bisa jujur sama Kamu" tentu saja kalimat terakhir hanya Adrian ungkapkan lewat hatinya.
Mereka menikmati senja di pinggiran pantai ancol hanya berdua, Ayesha menyandarkan kepalanya di bahu Adrian.
Dua setengah tahun yang lalu Adrian dan Ayesha di pertemukan di acara Ospek Mahasiswa. Mereka satu grup di tingkat fakultas, di mulai dari mengerjakan tugas bersama, mencari bahan-bahan ospek bersama, bahkan mereka di jadikan srikandi dan Arjuna karena kekompakan mereka. Srikandi adalah pemimpin mahasiswa baru wanita sedangkan Arjuna pemimpin mahasiswa baru pria.
Setelah acara ospek kelar, di lanjutkan kembali acara ramah tamah tingkat fakultas. Karena mereka menjadi Srikandi dan Arjuna mereka menjadi koordinator mahasiswa baru di angkatan mereka.
Seringnya berkoordinasi menjadikan mereka semakin dekat satu sama lain dan menumbuhkan benih-benih cinta. Pria yang akan mendekati ayesha akan segan karena mengira Ayesha berpacaran dengan Adrian begitu juga sebaliknya. Hingga akhirnya Adrian menyatakan cintanya pada Ayesha setelah tiga bulan selesai Ospek.
Pada awalnya teman-teman memprediksikan hubungan mereka hanya bertahan paling lama enam bulan, mereka mengira Adrian adalah playboy tapi hingga saat ini hubungan mereka masih awet dan baru akhir-akhir ini datang orang ketiga yang mengacau paksa hubungan mereka.
Adrian mengantar Ayesha pulang ke rumahnya, mereka tiba di rumah Ayesha jam 7 malam.
"Assalamualaikum Tante, Om" Adrian mencium tangan orangtua Ayesha.
"Waalaikumsalam, eh Adrian masuk sini Nak!" ajak mamanya Ayesha.
"Ga usah Tan, Adrian mau langsung balik. Biar Ayesha bisa istirahat"
"Makasih ya Sayang, buat hari ini" Ayesha tersenyum manis pada Adrian.
"Sama-sama Sayang, istirahat ya! Besok kalau jadi ke kampus kabarin biar Aku jemput" Ia mengacak pucuk kepala Ayesha.
"Siap Sayang! Hati-hati kabarin kalo udah sampe yah!" Ia mengusap lengan Adrian sbelum Adrian pergi.
"Ya udah, Aku balik ya!" saat Adrian hendak melangkah pulang, Ayesha menahan lengan Adrian seperti merasakan sesuatu. Enggan melepasnya.
"Kenapa?" tanya Adrian. Ayesha berhambur memeluk Adrian seakan akan kehilangan Adrian.
"Baik-baik yah!" Adrian membalas pelukan Ayesha, membelai rambut Ayesha. Ikatan batin mereka masih kuat, Adrian menyadari ayesha merasakan keresahannya. Namun Adrian akan mencari jalan keluarnya dulu sebelum akhirnya menceritakan pada Ayesha tentunya Ia harus siap kehilangan Ayesha, apapun keputusan Ayesha akan ia terima.
Sebelum ke apartemen Ayesha ia memutuskan untuk bertemu Aldi, ia bermaksud menceritakannya pada Aldi biasanya Ia punya segudang cara menyelesaikan masalah.
"Gileee Lo Yance, di embat juga Gladysse!"
Adrian melempar kaleng minuman kosong pada Aldi "Gue ke sini mau minta solusi, Gue juga di jebak Gladysse"
"Ckckck, kalau sampai Yesha tau habis riwayat Lo!"
"Gue kesini butuh bantuan Lo, bukan ceramah! Gue rasa kalo Lo jadi Gue pasti bakalan sama" Adrian mengacak rambutnya frustasi.
"Sekarang Lo harus ikutin permainan Gladysse dulu, sampai Lo bisa ngehapus video itu, lagipula video itu belum sampe Lo ML sama dia juga, mudah-mudahan Ayesha bakal ngerti, walaupun Gue ga yakin" Aldi nyengir lebar.
"Kalo Gue ikut permainan Gladysse berarti Gue harus pacaran sama Gladysse donk!
"Ya harus gitu, konsekuensinya Lo bisa putus sama Yesha. Tapi Gladysse juga punya cowok kan, dan cowok itu yang biayain Gladysse juga. Pasti dia ga bakalan ninggalin tu cowo, secara Lo kan kere! Haha"
"Sial Lo, Gue bukan kere belum kaya aja!"
"justru karena Lo kere, Gladysse ga bakalan betah lama sama Lo" Aldi mengedikan bahunya.
Tringgg.
Lagi-lagi pesan masuk dari Gladysse, Adrian sangat enggan membukanya, tapi kalau Ia tidak segera kesana Adrian takut Gladysse akan membuktikan ancamannya.
"Ck, Gladysse yang wasap" Adrian menyangkutkan tas ranselnya ke punggung "Gue jalan dulu!"
"Adrian, Gue udah bilang jangan terlalu baik jadi cowok ujung-ujungnya Dia juga yang ribet, makanya punya muka kaya Gue biar ga di rebutin banyak cewek tapi hidup tentram"
"Iya, tapi cewek-cewek Lo di rebut cowok-cowok ganteng model Gue!" memang dalam asmara Aldi belum beruntung, Ia sering di tikung temannya sendiri. Tampilan Aldi yang sedikit cuek dan urakan di tambah wajah pas-pasan membuat Ia sering gonta ganti pacar, bukan karena Aldi playboy tapi wanita-wanitanya jatuh ke pelukan buaya darat lainnya yang lebih tampan dari Aldi.
"Selamat bersenang-senang Bro, anak orang jangan sampe hamil" Aldi meledek Adrian lalu tertawa lepas, Adrian mengacungkan jari tengah ke arah Aldi.
###
Adrian tiba di unit milik Gladysse, ketika membuka pintu Ia disuguhi pemandangan yang membuat Ja harus menahan godaan.
Gladysse hanya menggunakan gaun tidur tali berwarna coklat muda nyaris seperti warna kulitnya, sehingga jika dilihat sekilas akan tampak seperti tak memakai baju.
Gladysse menggandeng tangan Adrian menuntunnya ke dalam kamarnya. Ia dengan sengaja menggesekan p******anya ke lengan Adrian membuat Adrian merasa risih.
"Ada apa Kamu minta Aku ke sini?" tanya Adrian sedikit ketus. Justru membuat Gladysse semakin tertantang.
"Jangan terlalu galak sama Gue" bisik Gladysse pelan di telinga Adrian membuat bulu roma Adrian berdiri. Ia segera mengusap tengkuknya untuk mengurangi efek tegang.
Gladysse menyalakan televisi yang langsung menghadap ke kasurnya. Ia mengajak Adrian naik ke kasur untuk menonton tv bersamanya. Adrian pasrah mengikuti mau Gladysse Ia akan mencari lengahnya Gladysse lalu menghapus file itu secepatnya agar terbebas darinya. Mata Adrian waspada mencari kamera yang standby, Ia tidak ingin ada rekaman-rekaman lainnya.
"Kamu tidak merekam lagi malam ini kan?"
"Menurut Kamu?" Gladysse mengusap d**a Adrian dengan jarinya.
"Ingat, kalau sampai ada rekaman-rekaman lainnya. Aku tidak akan peduli lagi kalau kamu berniat menyebarkannya, biar Kita hancur sekalian" Adrian balik mengancam Gladysse. Gladysse terkejut dengan ancaman Adrian. Ia sama sekali tidak berniat menyebarkan video itu, ia hanya ingin Adrian menjadi miliknya saat ini, itu saja. Ia juga tidak mau hancur karena video itu.
"Jangan seperti itu Sayang, Kamu membuatku takut!" ucapnya lalu meletakan kepalanya di d**a Adrian. Adrian merasa jengah dengan panggilan sayang dari Gladysse untuknya.
"itu bukan hanya sekedar ancaman saja Dysse, jadi Aku harap Kamu berpikir dua kali jika bertindak. Pria jika tersebut video mesvm akan biasa saja, beda jika wanita. Maka sampai kapanpun akan di ingat sebagai pelaku video asusila" Adrian berusaha menekan Gladysse "Kamu ingat kasus artis indonesia yang sempat viral kan?"
"Sampai dengan saat ini si pria masih di elu-elukan banyak wanita, sementara si wanita? Ia bahkan harus ditolak oleh calon mertuanya sendiri" lanjut Adrian mencoba membujuk Gladysse agar melupakan ide gilanya untuk menjadikan Adrian pacar rahasianya.
"Aku tidak peduli Adrian, persetan dengan semua, Aku mau Kamu jadi milikku" Gladysse sedikit berteriak, Ia mengingat masa lalunya ketika penampilannya masih culun bahkan tidak ada pria yang mau mendekatinya, sekarang saat dia sudah merasa cantik dan modis. Ia harus bisa membuktikan pada orang-orang yang membullynya dulu kalau Ia sekarang menjelma menjadi seorang putri.
Kalau saja Adrian single, Ia tidak akan memedulikan Gladysse, ada hati yang harus Ia jaga seperti selama ini, Ia belum siap kehilangan Ayesha. Ia tidak rela jika ada pria lain yang menggeser posisinya di hati Ayesha.
"Lo hanya terobsesi sama Gue, bukan karena Lo cinta sama Gue"
"Aku ga peduli Adrian, yang Aku tau Aku senang bisa mengalihkan perhatian Kamu dari Ayesha" Gladysse mulai melancarkan aksi nakednya pada Adrian.
"Lihat Aku Adrian, Aku cantik sama seperti Ayesha, apa Kamu tidak mau Kita menikmati malam ini seperti malam sebelumnya, Kita tuntaskan yang harus tuntas"
Adrian bergidik ngeri melihat sikap Gladysse yang terobsesi padanya, Ia mulai melucuti pakaiannya sendiri di depan Adrian.
"Lihat Aku Adrian, pria mana yang bisa menolakku? Hah?" Gladysse berpose menggoda Adrian. Ia duduk di depan Adrian berniat menggoda Adrian. Jika malam sebelumnya Adrian tergoda, malam ini Adrian merasa ngeri dengan wanita di depannya.
"Cukup Gladysse, Kamu tidak perlu bersikap seperti ini, Kita masih bisa menjadi teman!"
"Ngga, Aku mau Kita lebih Adrian" Gladysse berteriak cukup kencang. Kalau saja ini bukan di apartemen pasti teriakannya sudah terdengar ke tetangga.
"Oke, Aku bakal tidur di sini, tapi Kamu pakai baju Kamu ya! Ga usah ada s*x. Ok!" tawar Adrian merayu Gladysse. Gladysse sedikit menurut kali ini. Ia memakai kembali bajunya dan tidur di samping Adrian. Gladysse terus bercerita tentang dirinya lama kelamaan Gladysse tertidur. Barulah Adrian melancarkan aksinya menghapus semua video mereka.
Adrian menarik pelan-pelan lengannya yang dijadikan bantalan kepala Gladysse. Ia memastikan Gladysse tertidur nyenyak, setelah yakin Ia memeriksa mulai dari ponsel Gladysse.
"Adrian!"
B e r s a m b u n g
kira-kira berhasil ngga yah rencana Adrian menghapus data milik Gladysse?