Bab 13

1425 Words

Kenanga tak menyangka akan kejutan manis ini. Matanya berkaca-kaca, haru dan bahagia membanjiri relung hatinya. Tanpa pikir panjang, ia menerjang ke ranjang, melompat memeluk Revan erat, seolah tak ingin melepaskan pria itu lagi. Aroma tubuh Revan yang khas, aroma yang ia rindukan setengah mati selama seminggu terakhir, kini memeluknya. "Mas Revan! Kamu... kamu sudah pulang? Kenapa tidak bilang?" Kenanga berbisik di d**a Revan, suaranya sedikit bergetar karena menahan tangis bahagia. Jemarinya meremas kemeja Revan, takut ini hanya mimpi. Revan tertawa kecil, suara tawa yang Kenanga rindukan. Ia balas memeluk Kenanga tak kalah erat, mengecup puncak kepala istrinya berulang kali. "Kejutan, sayang. Aku ingin melihat reaksimu," bisik Revan, suaranya terdengar lebih hangat dari biasanya. "Bag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD