Bab 14

1640 Words

Kenanga benar-benar menikmati setiap detik pernikahannya bersama Revan. Dinginnya dinding es yang dulu memisahkan mereka kini telah lebur sepenuhnya, digantikan oleh kehangatan dan cinta yang tumbuh setiap hari. Senyum Kenanga tak pernah pudar, hatinya diliputi kebahagiaan. Suatu pagi, Revan mengajak Kenanga. "Sayang, bagaimana kalau kita ke Singapura? Sekalian Mas ingin melanjutkan terapi kaki di sana. Dan... anggap saja ini bulan madu kita," ucap Revan, ada sedikit rona merah di pipinya. Mata Kenanga berbinar. "Bulan madu? Mas Revan serius?" Revan mengangguk, tersenyum lembut. "Sangat serius. Kamu mau, kan?" "Tentu saja mau, Mas! Sangat mau!" Kenanga langsung memeluk Revan erat. Singapura menyambut mereka dengan kemegahan dan kerapiannya. Kenanga dan Revan menginap di sebuah hotel m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD