Bab 10

1703 Words

Setelah Ciuman yang Membekas Revan dan Kenanga melepaskan ciuman yang membara itu, napas mereka berburu, menyisakan kehangatan yang kontras dengan dinginnya awal pertemuan mereka. Kenanga tersenyum tipis, rona merah masih menjalar di pipinya. Ia mengangkat tangannya, merapikan kemejanya yang sempat sedikit terbuka karena ulah Revan, lalu dengan cepat membetulkan posisi kerudungnya. Ada kehangatan baru yang menyelimuti hatinya, sebuah kehangatan yang ia harap akan terus ada. "Saya balik ke kantor dulu," kata Revan, suaranya kembali ke nada datar yang Kenanga kenal, namun kali ini tidak terasa sedingin sebelumnya. "Iya, Mas, hati-hati," Kenanga menjawab lembut, menyandarkan kepalanya sejenak di lengan Revan, menikmati sisa-sisa kedekatan itu. "Terima kasih juga, Mas Revan, sudah mampir."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD