Bab 72

1498 Words

Revan merebahkan tubuhnya di samping Kenanga yang sudah pulas. Keheningan malam menyelimuti kamar, hanya terdengar deru napas teratur istrinya. Revan memejamkan mata, namun pikirannya terus berputar, bergulat dengan segala masalah yang menumpuk. Saat sepertiga malam terakhir, Revan terbangun. Hatinya tergerak untuk bersimpuh, mencari ketenangan dan petunjuk. Ia bangkit perlahan, tak ingin membangunkan Kenanga, lalu mengambil air wudu dan membentangkan sajadahnya. Dalam sujudnya yang panjang, Revan mencurahkan segala keresahan, memohon pertolongan dan kemudahan atas setiap langkah yang akan diambil. Kenanga menggeliat, kelopak matanya perlahan terbuka. Samar-samar, ia melihat siluet Revan di sudut kamar. Suaminya masih bersimpuh di atas sajadahnya, bahunya sedikit bergetar. Kenanga terdia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD