Bab 73

1245 Words

Revan membopong tubuh Kenanga dengan penuh cinta. "Siap berperang di medan paling indah, sayang?" goda Revan sambil menatap istrinya yang tersenyum malu-malu. "Siapa takut, Mas. Tapi jangan harap kamu menang mudah malam ini," jawab Kenanga menggoda, jemarinya menggenggam leher Revan erat. Di kamar mereka, malam itu dipenuhi oleh tawa lembut, bisik-bisik penuh cinta, dan pelukan yang saling menguatkan. Bukan sekadar hasrat, tapi penyatuan dua hati yang telah melewati badai panjang. Revan menciumi kening istrinya, sementara Kenanga membalas dengan pelukan penuh rasa syukur. > "Terima kasih sudah memilih aku setiap hari," bisik Kenanga. > "Aku tak akan pernah lelah mencintaimu," jawab Revan, sebelum mereka menyelami malam yang hanya milik mereka berdua. Kenanga perlahan menyandar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD