Bandara Soekarno-Hatta, Sepuluh Tahun Kemudian Suasana bandara pagi itu dipenuhi lalu-lalang para penumpang dan keluarga yang menjemput. Di antara keramaian itu, tampak sepasang suami istri berdiri di dekat pintu kedatangan internasional. Revan mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan celana kain hitam, berdiri tegak di samping Kenanga yang tampak anggun dalam balutan blouse lembut berwarna biru langit. Matanya tak henti menatap ke arah pintu otomatis yang belum juga terbuka. “Dia pasti sebentar lagi keluar,” gumam Kenanga, senyumnya menggantung, matanya berkaca-kaca. Revan menoleh, menggenggam tangan istrinya. “Sepuluh tahun, Nganga... anak kita pulang sebagai pria dewasa.” Pintu kedatangan perlahan terbuka. Seorang pria muda melangkah keluar dengan langkah tegap dan percaya diri

