Bab 62

1623 Words

Bunyi dering ponsel memecah keheningan kantin rumah sakit. Alvian mengangkatnya dengan dahi mengernyit, "Mama?" Suara ibunya terdengar panik. “Vian… Maya jatuh di kamar mandi! Cepat pulang, Nak… dia tak sadarkan diri!” Tanpa pikir panjang, Alvian berdiri dan berlari keluar, meninggalkan makan siangnya. Wajah Revan ikut berubah, namun tahu adiknya harus segera pergi. Sesampainya di rumah, Alvian melihat Maya sudah terbaring di sofa ruang tamu. Wajahnya pucat, bibirnya membiru. Mama Alvian menangis, memeluk tubuh menantunya. "Maya! Sayang, bangun... ini aku, Alvian!" Tanpa membuang waktu, Alvian langsung memeriksa kondisi Maya dan segera membawanya ke rumah sakit. Di IGD, Maya langsung dilarikan ke ICU. Dokter Rizal yang menangani langsung memberikan kabar mengejutkan. “Vian… has

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD