Cahaya matahari pagi menembus sela-sela pepohonan pinus yang menjulang di sekitar vila. Udara segar Puncak masih dibalut kabut tipis, menambah keindahan pemandangan alam yang terasa seperti lukisan hidup. Burung-burung kecil berkicau riang, seolah ikut menyambut pagi yang damai itu. Revan dan Kenanga berlari kecil di jalan setapak berbatu yang mengelilingi vila. Keduanya berpakaian santai, kaus tipis dan celana training. Langkah mereka ringan, seiring dengan tawa kecil yang kadang pecah di antara obrolan ringan sepanjang lari pagi itu. “Lihat deh, mas..” ujar Kenanga sambil menunjuk ke arah lembah, “Kabutnya masih nempel di pohon-pohon. Cantik banget.” “Cantik, iya.” Revan melirik istrinya dari samping, bibirnya melengkung nakal. “Tapi masih kalah cantik dari kamu.” Kenanga mendengus k

