Pagi itu langit Jakarta tampak cerah, seperti memberi semangat baru setelah liburan panjang. Revan melangkah masuk ke gedung pusat PT. Hendra Revano Perkasa dengan langkah tegap. Jas abu tua membalut tubuh tegapnya, dasi biru gelap melingkar rapi di lehernya. Setiap pegawai yang berpapasan menunduk memberi salam hormat. Suasana kantor tampak seperti biasa, sibuk namun tertata. Namun satu hal membuatnya berhenti sejenak di depan ruangannya. Asisten pribadinya, Akmal, berdiri menyambutnya. “Selamat pagi, Pak Revan. Izin menyampaikan,” ucap Akmal sopan. “Mbak Mia hari ini mulai cuti bulan madu. Tapi beliau sudah menunjuk pengganti selama satu bulan ke depan.” Revan mengangguk sambil melepas jas dan menyerahkannya ke Akmal. “Oh ya? Siapa penggantinya?” “Adik kandung beliau sendiri, Pak. D

