Bab 57

1816 Words

Setelah percakapan tegang dengan Yulia di rumah, Dokter Rizal masuk ke ruang kerja pribadinya. Ia duduk di kursi kulit hitam yang menghadap jendela besar dengan pemandangan lampu kota Jakarta yang gemerlap. Namun, pikirannya jauh dari keindahan malam itu. Ia membuka ponsel, men-scroll daftar kontak, lalu berhenti di satu nama: Dokter Alvian. Tanpa ragu, ia menekan tombol "call". "Halo, Assalamu’alaikum, Dokter Alvian." Dari seberang, suara tenang Alvian menjawab, "Wa’alaikumussalam, Dokter Rizal. Ada apa, Dok?" "Aku… ingin bicara soal sesuatu yang penting." "Silakan, Dok." Dokter Rizal menarik napas panjang. "Zulfa... dia anak kandungku, Alvian." Hening sejenak di seberang. Suara Alvian terdengar terkejut, "Apa? Anak kandung… dari almarhumah Fauzia?" "Ya. Dan aku baru tahu sekar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD