Bab 76

1536 Words

Alfarez duduk di ujung ranjang, jari-jarinya mengelus bingkai foto kecil itu. Gambar dirinya dan Najwa—waktu mereka masih berseragam putih abu-abu. Dulu, ia tak pernah benar-benar memerhatikan. Ia hanya melihat Najwa sebagai adik kelas yang cerewet dan keras kepala. Tapi sekarang… Senyumnya mengembang pelan. “Kenapa sekarang kamu kelihatan… manis banget, Naj?” batinnya menggumam. Wajah Najwa di foto itu tersenyum lebar, matanya berbinar penuh semangat. Genggaman tangannya di lengan Alfarez terasa hidup meski hanya dalam foto. Dan untuk pertama kalinya, Alfarez merasa… ia telah melewatkan seseorang yang tulus sejak dulu. Ingatan Alfarez pun perlahan kembali melayang… kepada masa paling kelam dalam hidupnya. Setelah hari pengkhianatan itu, ia memutuskan untuk pindah dari apartemen lamany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD