BAB 10 MAINAN BARU REBECCA

1008 Words
( Mohon maaf, bagi yang tidak suka silahkan di skip bab ini, karena isinya full b**m) Malam hari sudah menunjukan pukul 22:15, Rebecca membawa Adhyaksa kesebuah kamar dibasemant rumah, sebuah ruangan besar dengan peralatan aneh, cambuk, tiang untuk menggantung , dan beberapa toy s*x yang ada dilemari. ruangan yang sedikit pengap mengakibatkan tubuh lebih cepat berkeringat, namun Adhyaksa tidak bertanya karena ini adalah waktu Rebecca untuk memiliki tubuhnya Adhyaksa yang masih berdiri ditengah kamar,.mendadak kaget melihat Rebecca yang berada di depannya Rebecca melepaskan bajunya, terlihat tubuh seksi dan ramping dengan lekuk tubuh dan p******a yang tertutup bra menonjol memancarkan pesona siapapun yang melihatnya. Adhi menelan ludah melihat pemandangan tubuh indah itu “Kenapa Adhi, aku akan jadikan mu mainan ku malam ini" ucap Rebecca Rebecca mendekat. Jantung Adhi berdebar kencang. Rebecca mulai meraba rahang dan leher Adhi dengan lembut, sentuhan yang penuh gairah. Adhi tercekat. Rebecca meletakkan jari telunjuknya di bibir Adhi, mengisyaratkan agar Adhi diam tak bersuara. Rebecca kemudian memajukan wajahnya. Dia mencium dan melumat bibir Adhi yang tipis yang begitu menggoda Rebecca, sebuah ciuman yang lambat, menuntut, dan penuh hasrat. Perlahan Rebecca melapaskan kaus yang dipakai Adhi, Rebecca perlahan membelai wajah Adhi dengan lembut. Dia mengecup leher, d**a, dan perut sixpack Adhi dengan lembut, perlahan turun. Adhi menikmati sentuhan itu. Dia tidak melawan, justru merespons dengan erangan pelan. Walaupun membencinya, Pesona Rebecca memiliki daya pikat yang tidak bisa ditolak. Rebecca kembali ke Adhi, memainkan lidahnya, menjilat d**a dan p****g Adhi dengan lembut, perlahan dan penuh eksplorasi. Adhi sangat menikmati ini, kepalanya mendongak, matanya terpejam. “Ahhh ...” Adhi mendesah. “Kau sangat seksi Adhi, aku suka, nikmati kehangatan ini” bisik Rebecca Setelah puas menjelajahi tubuh Adhi, Rebecca melepaskan celana Adhi. Terlihat batang yang sudah mengeras, batang yang panjang dan besar dengan cairan licin di ujungnya. Rebecca memainkan tangannya, turun naik di batang itu, sementara lidahnya masih asyik berselancar di d**a dan p****g Adhi. Adhi sangat menikmati itu dan dia mengerang kenikmatan. Jilatan lidah Membasahi d**a dan perutnya. Ahhh....!! Adhi mendesah. Dia pasrah, apa pun yang dilakukan Rebecca. “, kamu suka Adhi?” Tanya Rebecca sambil memainkan jarinya yang menempel diperut dan d**a Loyd. Adhi mengangukan kepala. Sebuah kenikmatan yang belum pernah dia rasakan. Jari jari lentik Rebecca terus bermain dengan lembut di perut Loyd mengikuti lekuk otot perut Adhi yang sixpack. “Ahh. “ Desah Adhi Rebecca duduk di atas perut sixpack Adhi, dia memainkan jari jarinya di n****e Adhi yang masih mengeras. Memberikan kecupan hangat di d**a Adhi. Tubuh ramping Adhi yang tergeletak lemas ditempat tidur.masih menjadi mainan untuk Rebecca Rebecca melepaskan celana dalam nya, dia berusaha memasukkan batang yang keras milik Adhi kedalam area vitalnya. Rebecca menggoyangkan pinggulnya, gerakan turun dan naik ditubuh Adhi membuat Adhi semakin menikmati irama itu Adhi memberanikan diri menyentuh dua tonjolan di d**a Rebecca,, dia memilin dan menjilati n****e Rebecca “Ahhh ..” Desah Rebecca. “Lanjutkan Adhi, aku suka itu,” desah Rebecca Genjotan Rebecca semakin intens seirama dengan jari Adhi memilin n****e Rebecca. Entah berapa kali, akhirnya Rebecca klimaks untuk kesekian kalinya dan merasa sangat puas, namun Adhi masih perkasa belum menunjukkan dia akan menyerah. Rebecca mengikat kaki dan tangan Adhi ke empat penjuru tempat tidur. dia ingin Adhi tidak bisa bergerak. dia memposisikan disamping Adhi, lidah dan tangannya kembali beraksi ditubuh ramping Adhi. "Aahhh" rintihan Adhi terdengar. Adhi hanya bisa pasrah tanpa bisa membalas tangan Rebecca bermain di batang yang keras dan panjang itu, gerakkan turun naik semakin intens Adhi yang sudah menahan agar tidak o*****e akhirnya Croott ...!! cairan kental dan putih keluar dari batang yang keras membasahi d**a dan perut Adhi Rebecca tersenyum melihat itu dia memainkan cairan putih dengan telunjuknya, melukis guratan otot perut Adhi dengan cairan itu nafas Adhi terengah, rasa puas, kesal dan kecewa bercampur menjadi satu. "sebagai mainan baru ku, kau sangat perkasa Adhi!!, besok aku mau lagi" bisik Rebecca waktu berlalu terasa begitu lama bagi Adhyaksa, siksaan malam ini begitu panjang, waktu sudah menunjukkan jam 2 dini hari Adhi yang masih telanjang dan terikat ditempat tidur terbangun oleh kehadiran Rebecca lagi, kini dia membawa sebatang lilin besar berwarna merah. "Kita lanjutkan Slave, kau miliki malam ini." ucap Rebecca yang langsung menyalakan lilin dengan api. Tangannya yang satu kembali memainkan Batang yang masih tertidur milik Adhi, dia terus mengocok batang itu hingga batang Adhi kembali mengeras dan tegang "Nikmati sensasi ini Slaves" Rebecca meneteskan cairan lilin panas ke d**a Adhi aahhhhkkkk ... Adhi menjerit karena sensasi tetesan panas lilin jatuh di kulitnya. Rebecca sangat menikmati itu, tetesan demi tetesan lilin panas terus menetes di tubuh Adhi. Rebecca kembali memainkan tangannya di batang milik Adhi, gerakan turun naik yang cepat membuat Adhi semakin terangsang. Rebecca melepaskan ikatan tali yang mengikat kaki dan tangan Adhiyaksa. lalu dia membawa Adhyaksa ke kayu salib, dia mengikat tangan dan kaki Adhyaksa di salib itu. Rebecca membersihkan semua lilin yang menempel ditubuh Adhi. lalu dia kembali memainkan lidahnya menjilati batang kemaluan Adhi yang masih mengeras. jilatan penuh irama dan lembut membuat Adhyaksa kembali mengerang menahan rasa yang sangat menyiksa. ahhhh...!!! desah Adhi kembali keluar, lalu lidah Rebecca berpindah ke d**a Adhi, sementara tangannya bermain di batang yang mengeras itu. gerakan hand job Rebecca membuat Adhi melengkungkan badan kenikmatan yang menyentuh titik sensitif Adhi. Hingga akhirnya lebih dari setengah jam, Adhi kembali mengeluarkan cairan putih kental dari batangnya. Rebecca akhirnya puas dengan mainan barunya malam itu. dia melepaskan ikatan tangan dan kaki Adhyaksa. membiarkannya terlelap dalam tidur. --- Konfrontasi berakhir dengan d******i Rebecca. Adhi membiarkan tubuhnya dikuasai, tetapi pikirannya sepenuhnya fokus pada diagram anatomi dan titik-titik lemah yang ia pelajari di siang hari. Ia menggunakan rasa sakit fisik dan penghinaan malam hari sebagai bahan bakar, mengubah trauma menjadi tekad baja. Adhi telah memasuki fase kehidupan ganda yang gelap. Di siang hari, ia adalah pembelajar yang berpotensi mematikan. Di malam hari, ia adalah objek dari nafsu dan kekuasaan Rebecca. Ia tahu, satu-satunya cara ia bisa kembali ke Tania, ke Kakek dan Neneknya, dan menghadapi Jonathan Wibisana, adalah dengan keluar dari sangkar emas ini sebagai seseorang yang berbeda: pembunuh yang dingin dan tak kenal ampun.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD