Bab.13 Kembali Berobat

1602 Words

Udara pagi ini di Semarang terasa lembut. Hujan semalam meninggalkan embun di dedaunan, dan langit tampak bersih, seolah memberi pertanda baik. Dari dapur, aroma bubur ayam buatan Nayla tercium harum. Ia sengaja membuatkan sarapan kesukaan Rafa sebelum mereka berangkat ke klinik. Rafa duduk di meja makan, mengenakan koko putih dan peci abu-abu. Senyumnya lembut, menatap istrinya yang masih sibuk mengaduk bubur. “MasyaAllah… istri Ustadz makin rajin aja,” candanya pelan. Nayla tersenyum kecil. “Nayla cuma pengen Ustadz sarapan dulu, nanti takut telat ke klinik.” “Telat nggak apa-apa sayang, asal jangan Nayla yang sakit,” balas Rafa dengan nada lembut tapi tegas. Nayla menatap wajah suaminya lama-lama, hatinya hangat sekaligus berdebar. Hari ini kali kedua, Nayla kembali berobat ke Klin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD