Axel mendecak kesal mendengar omelan Viona. Wanita ini banyak mulut sekali, batin Axel, menatap sinis Viona. "Apa? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Viona dengan angkuhnya, mendongakkan dagunya. "Tidak ada apa-apa. Aku mau ke kamar dulu!" jawab Axel, beranjak dari duduknya. "Eh, kenapa ke kamar? Semua bekas piring dan gelas kotor ini, siapa yang membereskannya?" tahan Viona. "Kau yang membereskannya! Malam kemarin, aku sudah membereskannya. Sekarang giliran kamu!" ucap Axel, meninggalkan Viona yang mulai mengomel sendirian. "Hei, kembali! Aku tidak pernah melakukan semua ini sebelumnya. Di rumah ayah saja, ayah tidak pernah memintaku mengerjakan pekerjaan kasar seperti ini!" teriak Viona. Axel menghentikan langkahnya, lalu berbalik menatap Viona. "Itu waktu di rumah ayah kamu. Se

