Arman berjalan cepat, tanpa mempedulikan dua orang wanita beda usia di belakangnya. Jarak dari peternakan ke rumah yang lumayan jauh dan teriknya cuaca, tidak menyurutkan langkahnya untuk segera sampai ke rumah. Setibanya Arman di depan rumah. Arman menghentikan langkahnya, mengatur nafas sejenak sebelum dirinya mengetuk pintu. "Mai, Maira!" Panggil Arman, setelah itu mengucap salam. Di dalam rumah, Maira yang sedang asyik memasak sambil bernyanyi diiringi musik dari pengeras suara, tidak mendengar panggilan Arman. Suasana hatinya sudah kembali ceria, berbeda jauh saat kedatangan Laila tadi. Merasa panggilannya tidak ada respon sama sekali dari Maira. Arman menempelkan wajahnya ke kaca jendela. Dari luar rumah, keadaan di ruang tamu terlihat sepi. Namun, samar-samar Arman mendengar s

