Sudah dua hari ini Maira tinggal di rumah barunya. Selama dua hari itu juga dirinya tidak masuk kerja. Jarak rumah yang terlalu jauh dari tempat kerjanya, membuat Maira bingung memikirkan transportasi apa yang harus ia naiki. Terlebih lagi motor kesayangannya masih berada di rumah orang tuanya. "Mai, aku mau ke peternakan. Kamu mau ikut?" tanya Arman, mengajak Maira. "Tidak! Bapak pergi sendiri saja! Aku mau di rumah, mau masak makan siang," tolak Maira. Mendapat penolakan dari sang istri. Arman hanya bisa mengangguk tanpa mau memaksanya. Ia mulai bersiap dengan pakaian seadanya. Penampilan yang begitu sederhana, yang membuat dirinya selalu dipandang dan dikira miskin oleh orang-orang. "Aku pergi dulu! kalau perlu apa-apa, hubungi saja aku!" ujar Arman. Kedua mata Maira tak berkedip m

