Atas nama kamu!

1015 Words

Arman memilih untuk diam. Mau berdebat juga percuma dan malu. Apalagi saat ini masih berada di dalam taksi. Bisa-bisa malu dengan supir taksi yang ada di depan. Arman hanya bisa menggerutu di dalam hati. "Aku kaya Mai, itu memang rumah orang tuaku. Satpamnya saja yang baru, coba saja itu tadi pak Andi. Kamu pasti percaya, kalau aku tidak mengada-ada." batin Arman. Belum habis rasa kesal Maira karena masalah rumah mertuanya tadi. Ia kembali dibuat kesal dengan jalanan rumah yang tak kunjung sampai. Sudah hampir satu jam, tapi taksi masih saja melaju menjauh dari pusat kota. "Sebenarnya kita ini mau ke mana sih? ini sudah terlalu jauh, Pak. Rumahnya di mana sih?" protes Maira. "Katanya mau ke rumah? Ini sudah hampir sampai, sebentar lagi!" jawab Arman. Dan benar saja. Tak lama setela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD