Awas kalau bucin!

1077 Words

Arman cengengesan, lalu menggaruk kepala belakangnya. "Dari ayah, maaf ya, tidak bilang-bilang kamu dulu! Sebenarnya rumah ini sudah lama aku beli. Tapi, aku tidak tidur di sini. Aku tidur di rumah mama," Mendengar penjelasan Arman, seketika saja ekspresi wajah Maira berubah. Bibirnya dimiringkan kesal sambil terus cemberut. "Lalu, kenapa rumah ini terlihat rapi seperti berpenghuni? Bapak memperkerjakan asisten rumah tangga?" tanya Maira, memperhatikan sekitarnya. "Hem, begitulah. Namanya juga pria lajang. Aku setiap hari ke sini. Peternakan tidak jauh dari rumah ini. Sekalian melihat peternakan, sekalian saja aku ke sini istirahat siang," sahut Arman. "Jadi Bapak benar-benar pemiliknya? Tidak bohongan?" tanya Maira, mulai sedikit mempercayai. "Menurut kamu? Dari kemarin sudah dibila

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD