Jatah

1068 Words

Arman tak mempedulikan kata-kata Maira. Ia perlahan mendekati Maira yang saat itu masih berdiri di depan pintu kamar yang terbuka. "Ayo masuk!" Arman menarik tangan Maira pelan, lalu menutup pintu kamar. "Aku memang lapar, tapi bukan mau makan nasi atau yang lain. Aku lebih tertarik memakanmu!" bisik Arman, membuat seluruh bulu halus di tubuh Maira berdiri. "Jangankan aku, orang lain saja mungkin juga akan melakukan hal yang sama melihat penampilan kamu yang seperti ini! Pakai dulu pakaian kamu, jangan biasakan hanya melilit handuk setelah mandi seperti ini!" bisik Arman lagi, hembusan nafasnya begitu dekat dengan daun telinga dan pipi Maira. Maira menunduk memperhatikan penampilannya. Sadar saat ini hanya menggunakan handuk yang menampilkan pundak, paha dan kaki jenjangnya. Maira bert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD