"Hah, naik taksi? Ogah, nggak mau! Memangnya Bapak punya uang bayar taksi? mahal loh Pak. Apalagi jarak rumah ke tempat kerjaku itu lumayan jauh. Lebih baik naik motorku saja, daripada mahal-mahal bayar taksi. Kalau ada kendaraan sendiri, kenapa harus mengeluarkan uang untuk hal yang tidak perlu? Ingat Pak, cari uang itu susah!" tolak Maira, gegas meninggalkan Arman menuju motornya. Tak berselang lama, Maira sudah berada di samping Maira sambil duduk di atas motornya, lengkap menggunakan helm. "Ayo naik Pak!" Ajak Maira. Arman terdiam. Ia menatap Maira lama. "Aku dibonceng kamu?" tanya Arman. "Lalu, helm untukku mana? Masa iya, aku tidak menggunakan helm? Bisa- bisa di perempatan jalan sana kena tilang pak polisi," Sambung Arman. "Oh iya, aku lupa! Tunggu di sini sebentar!" sahut Mair

