Dua hari sudah berlalu, setelah perdebatan Maira dan Dania malam itu, keduanya masih sering berdebat karena Dania yang lebih dulu memulainya. Seperti malam ini, saat keluarga besar Maira sedang berkumpul di malam minggu, Arman dan Maira juga ikut bergabung. "Selamat malam semuanya," sapa Arman, sok kenal, sok dekat. Ilham mendesah kesal, hampir satu minggu mereka bertemu lagi, tapi sikap Arman masih belum berubah juga. "Duduk sini Man, Mai!" titah Ayah Maira. Arman mengangguk, lalu menarik tangan Maira pelan. "Bagaimana kabarnya Kakak ipar?" tanya Arman basa-basi. "Buruk," jawab Ilham ketus. Melihat sikap Ilham yang masih saja saat pertama bertemu, sang ayah langsung menegurnya. "Ham, kenapa menjawabnya seperti itu? Arman bertanya baik-baik, harusnya kamu jawab yang baik-baik jug

