Tidak ada wibawa

1055 Words

Setibanya keduanya di rumah orang tua Maira. Maira langsung bergegas masuk dan meninggalkan Arman seorang diri di halaman. Badannya sudah terasa lelah sekali, karena hampir senja menjelang baru sampai di rumah. "Eh, pengantin baru pulang. Tumben pulangnya lama, dari mana aja? Menemani suaminya dari kandang ayam, ya?" cibir Dania, dengan santainya menikmati camilan di depan televisi. "Kalau punya mulut itu di sekolahkan dulu! Jangan membuat perkara Kak! Aku ini capek, bisa tidak jangan ganggu aku dulu!" omel Maira. "Siapa yang cari perkara? Aku kan cuma tanya. Memangnya salah? Pakai acara marah-marah segala lagi. Kalau malu, ya bilang saja malu! Tidak usah alasan macam-macam!" Balas Dania. "Apa sih ribut-ribut? Dania, Maira! Kalian ini sudah besar, tapi berantem terus. Memangnya ada apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD