Panggil sayang!

1069 Words

"Syaratnya, kamu harus memanggilku sayang! Gampangkan?" ucap Arman, memainkan alisnya. Mata Maira melebar sempurna. "Aku tidak mau! Dengar ya pak Paripurna, memanggil seseorang dengan sebutan tertentu itu, harus dengan kemauan diri sendiri. Bukan karena paksaan atau hal lain. Berikan syarat yang lain saja!" tolak Maira cepat. Arman menghembuskan nafas kasar. Syarat yang ia ajukan, dengan tegas ditolak. Tak mau mendapatkan penolakan lagi, Arman berlalu meninggalkan Maira. 'Lah, mau ke mana dia? Apa dia marah?' gumam Maira, bingung. Tak mau ambil pusing, Maira memilih untuk duduk kembali di sofa. Ia terus memperhatikan dekorasi rumah. Saat asyik memperhatikannya, pikirannya langsung tertuju pada tempat kerjanya. "Kalau aku tinggal di sini, bagaimana caranya aku ke cafe? Rumah ini ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD