Part 2 : Kehilangan (Sharen)

419 Words
Kau pemilik hatiku, tak ada yang bisa menentang itu, lambat laun kau harus menjadi milikku Dunia terasa hancur, Tuhan kemana kaki ini harus melangkah, aku tak kuat menghadapinya. "Papa, mama, Sharen rindu sama kalian" isaknya duduk di salah satu kursi panjang dekat taman kota. Ia menangis meratapi apa yang telah terjadi pada dirinya. Tanpa disadari sebuah mobil hitam sejak tadi pengikutinya, hanya saja Sharen tak menyadari keberadaan mobil yang mengikutinya.   "Saya mau kamu mengikutinya, biar kan saja dia pergi, perlahan dia akan kembali ke sini," perintah Exel pada salah satu anak buahnya. Dan inilah sekarang, mobil hitam itu mengikutinya, memastikan keadaan Sharen baik-baik saja. *** Sharen masuk ke salah satu pemakaman umum, menelusuri satu demi satu nisan yang dilewatinya sampai ia berhenti di salah satu nisan yang di tuju, tertulis di atas nama Hendra dan Amelia, nama dari kedua orang tuanya yang kini sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya. "Mama... papa... Sharen rindu sama kalian!"isaknya meremas gundukan tanah yang masih basah. "Kenapa kalian ninggalin Sharen sendirian, Sharen takut, Sharen nggak tahu harus kemana lagi" tanpa disadari seorang laki-laki bersandar dari balik pohon, wajahnya mengisyaratkan kesedihan, sesekali melirik kearah makam ketempat batu nisan yang saat ini didatangi Sharen. "Maafin kakak Sharen, maafin kakak yang belum bisa menerima kamu," batin Radith menyandarkan diri di balik pohon besar di area pemakaman. Radith melirik sekali lagi ke arah makam, tak lagi menjumpai Sharen disana. "Kak Radith Sharen mau ikut kakak," rengek Sharen kecil berumur 5 tahun kala itu. "Enggak Sharen, kamu nanti gangguin kakak, kamu main sana sama temen-teme.," "Tapi Sharen nggak punya temen, mereka nggak mau temenan sama Sharen," "Enggak Sharen, kakak nggak mau main sama kamu.” Radith mendoron tubuh Sharen hingga jatuh ke tanah. Sontak Sharen kecil waktu itu menangis. Yah, sejak kecil Radith tak pernah menyukai Sharen, ia beranggapan Sharen selalu mengganggunya, walau sebagai adiknya, lebih tepatnya mereka saudara tiri, Sharen datang ke rumahnya dengan mamanya Amelia dan papanya saat itu memperkenalkannya sebagai adiknya secara tiba-tiba, jelas saja Radith tak setuju dengan keputusan papanya yang akan menikah lagi. "Radith, dia sekarang adik kamu , Sharen," ucap Hendra kala itu memperkenalkan Sharen dihadapan Radith "Kak Radith. "untuk pertama kalinya Sharen memanggilnya dengan sebutan kakak. ***   Sharen memasuki salah satu kontrakan kecil sebagai tempat tinggalnya kali ini, beruntung masih ada beberapa uang dari tabungannya yang cukup untuk menyewa tenpat itu. Sharen terbaring di kasurnya dengan mata yang masih sembab, ia tak menyangka semua kejadian yang dialaminya kini, kehilangan orang tuanya, kakaknya dan sekarang ia sendirian, apa ini hukuman yang diberikan Tuhan padanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD