Alzio tersenyum geli, dia membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Tertawa membayangkan betapa perempuan bernama Kelly itu pasti tengah cemberut ketika pertama dia menyapanya tadi. Kelly jelas-jelas penasaran pada dirinya, bukannya Alzio tidak ingin mengatakan siapa dia. Hanya saja, terasa menyenangkan tanpa mengetahui apapun seperti ini.
Alzio juga bukannya tidak penasaran terhadap sosok Kelly, hanya saja, dia merasa gembira. Menguak satu persatu mengenai perempuan itu. Beberapa hal juga sudah diketahui oleh Alzio, suaranya merdu namun dia bisa jadi sangat bawel. Dia cerdas dan obrolan mereka selalu nyambung, tapi terkadang dia merajuk seperti perempuan pada umunnya.
Tadi, Kelly bercerita soal temannya di kampus yang bernama Fitri. Katanya, Fitri merupakan pemain top lokal. Setelah Alzio menganalisa kemampuan bermain Kelly jauh lebih baik, hanya saja, Kelly sering bermain sendirian. Biasanya saat bermain sendirian, sulit untuk menaikkan level dalam permainan. Sedangkan, Fitri selalu bermain dengan teman-temannya.
Alzio melihat lagi, Kelly baru saja memberikan hadiah. Sudah berapa uang yang dia habiskan untuk membelikan Alzio barang di dalam game. Alzio sendiri belum memberikan apapun. Nanti saja, baginya memberi hadiah apapun sangat mudah. Nanti dia akan memberikan Kelly hadiah termahal yang bisa membuatnya kaget.
Pintu kamar Alzio diketok lagi. Temannya
Rony dan El, sedang menginap di rumahnya. Mereka pastilah ingin memaksa Alzio untuk membantu dalam permainan. Sepertinya lebih mudah mengajari kali ketimbang mengajari Rony. Dan dengan kemampuan yaitu, dia merayu cewek-cewek di game online. Nanti pada saat mengalami kekalahan, dia akan merengek kepada Alzio untuk menjoki akunnya.
Alzio membuka pintu kamarnya. Ternyata benar, Rony bilang dia mengalami kekalahan beruntun. Padahal dia sedang main bareng bersama teman perempuannya yang kemarin. Sangat mengenaskan, ternyata kemampuan Rony belum berkembang. Padahal dia berada di level, yang belum terlalu tinggi.
"Aku ngantuk Rony, aku baru saja main." Alzio baru saja main bersama Kelly sebanyak lima pertandingan, kemudian Kelly berkata dia mengantuk dan akan offline.
"Kau pasti bermain di akun kecil." Rony menyelidik. "Bukannya akun itu dibuat untuk membantuku bermain di kontes kemarin? Jadi kira-kira, apa yang membuatmu terus mempertahankan akun itu?"
"Nggak ada, aku hanya lelah bermain di level tinggi." Alzio mengelak.
"Kau berbohong, sekarang kau udah turun lagi di peringkat tiga, karena jarang bermain. Sudah satu bulan, kau jarang bermain menggunakan ID macan belang." Mata Alzio menyipit.
"Aku menemukan sesuatu menarik."
Romy membuka lemari Alzio yang berisi makanan, selain suka numpang menginap, Rony sering tidak tahu diri. Tapi bagaimanapun, Rony adalah teman Alzio yang akrab. Dia kerap membantu Alzio.
"Kau pasti bertemu seorang cewek. Apa dia cantik?" Rony tertawa gembira, dia pasti senang mengetahui Alzio, membantu seorang gadis dalam game online. Karena beberapa kali, Alzio kerap menghinanya karena tidak serius bermain. Dia bermain hanya untuk merayu para cewek.
"Aku menghinamu bukan karena main bersama seorang gadis, masalahnya, kau nggak meng-upgrade kemampuanmu. Kerjamu hanya bersenang-senang."
"Memangnya ada larangan, untuk tidak bersenang-senang saat bermain game? Bukannya game untuk melepas suntuk?"
Alzio menggeleng malas.
"Ayolah Zio, aku bilang pada cewekku kalau aku akan online satu jam lagi."
"Cewekku?" Alzio tertawa.
"Bagaimana? Aku sudah jadian dengan Princess Aqua." Itu pastilah player perempuan yang membuat Rony merayu Alzio untuk membuat akun Semut Merah.
"Kau yakin dia seorang perempuan?"
"Tentu saja, aku berbincang padanya setip malam sekarang. Kami juga berteman di media sosial."
Dia menggelengkan kepalanya lagi, "
Memang tidak aneh sesama pemain Coser mejalani hubungan virtual. Mereka berpacaran padahal belum pernah bertemu, hanya saja, dia tidak menyangka kalau teman dekatnya akan berlaku seperti itu juga.
"Bagaimana kalau dia mengetahui, bahwa akunmu sering di joki?"
"Dia nggak perlu tahu, lagipula, kalah dan menang itu biasa." Rony nyengir lebar.
Setelah mengalami kekalahan beruntun, biasanya Rony akan merengek pada Alzio untuk membantunya. Agar riwayat pertandingannya tetap bagus dan tidak keluar dari rank lokal.
"Aku ingin tidur, aku sangat lelah." Alzio masih menolak. Walaupun malam belum terlalu larut, dia ingin beristirahat. Tadinya dia ingin main beberapa match di ID Macan Belang, namun, bermain dengan Kelly membuatnya malas bermain sendiri lagi.
"Ayolah Zio, lima match saja ... Bagaimana kalau tiga? Aku akan membantu membersihkan galerimu besok."
Alzio tertawa geli, dia tidak butuh itu, tapi usaha Rony patut diapresiasi.
"Baiklah, hanya tiga match." Akhirnya Alzio mengiakan.
Rony bersorak kegirangan. Dia kemudian menelepon.
"Hai sayang, ayo online lagi. Sekarang pasti menang terus."
Alzio menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rony.
Sungguh luar biasa kalau pacarnya tidak mencurigai gaya permainan Rony. Atau dia sebenarnya tidak peduli, yang terpenting adalah kemenangan. Alzio hanya berharap, perempuan itu tidak memanfaatkan Rony untuk naik level yang lebih tinggi. Karena, beberapa kali Alzio mendengar. Beberapa player cewek kerap memanfaatkannya untuk naik ke level atas.
Yah semuanya sama saja, baik cewek ataupun cowok yang bermain di game ini. Mereka belum tentu berkepribadian baik.
Setelah beberapa pertandingan, Rony berkata. "Bagaimana kalau kau mengajak teman mabar barumu itu main bersama kami. Bagaimana Zio?"
Alzio menolak. Saat ini, Kelly masih dibuat penasaran akan sosoknya. Kalau main bersama dengan Rony, itu akan membuatnya mendapat akses untuk mengetahui siapa dia. Apalagi, Rony adalah orang yang cukup banyak bicara. Belum tentu dia bisa menjaga rahasia, sekalipun rahasia mengenai siapa orang di belakang ID macan belang sampai sekarang masih dia jaga. Ini merupakan hal yang berbeda.
Rony berterima kasih pada Alzio karena mengalami kemenangan beruntun, dia bergegas ke luar. Katanya akan menelepon pacar virtual barunya itu. Alzio menguap, sebaiknya dia tidur.
Alzio akan mempelajari lagi proposal milik Kelly besok, apa dia akan bertemu dengan perempuan itu dalam waktu dekat? Atau, dia membiarkan rasa penasarannya belum akan usai.
Ternyata kehidupan di dunia maya, bisa membuatnya merasakan hal seperti ini. Sejak tadi, Alzio terus tersenyum. Sangat menegangkan.
Alzio membuka email dari Alisa, dia sudah mengirimkannya sejak tadi namun baru sempat dia baca. Alisa mengirimkan jadwal kegiatan nya selama seminggu kedepan, mereka mendapat undangan buka galeri teman Alzio. Dia baru saja mendapatkan lukisan langkah dan ingin melakukan pameran.
Alzio kembali merasa kesal karena saat itu dia gagal mendapatkan lukisan di pelelangan. Kalau tidak, pastilah dia yang akan mengundang untuk melakukan pameran.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, dia memberikan nomor yang lain pada Kelly. Bukan nomor utamanya, Kelly mengucapkan selamat malam. Dan berterima kasih karena telah bermain hari ini.
Sekalipun berbicara dengan cukup cepat, Kelly sangat menjaga kata-katanya. Dia sopan dan tidak pernah memaki sekalipun.
Alzio berkata kalau besok, dia akan ke galeri temannya untuk membujuk temannya menerima rencana CSR dari mereka. Kemudian dia tertawa.
***