Acara yang memakan banyak waktu itu membuat Jessica merasa bosan jika terus berada di sana.
Saat hampir jam makan siang, ia pun berpamitan pada Mike dan Maura untuk duduk di pinggir pantai yang terletak di dekat restoran.
Cuaca yang tidak terlalu panas membuat Maura memperbolehkan permintaan Jessica dengan syarat, seorang pengawalnya harus ikut dengannya.
Mau tidak mau, Jessica menerima permintaan Papanya itu juga. Sebab, Jessica juga tahu bahwa ini adalah bagian dari pengamanan yang diberikan Mike untuknya. Karena ia juga tidak tahu kapan bahaya akan datang.
Melihat Jessica berjalan menuju pantai, diam-diam Ivan mengikutinya.
Pengawal yang berjalan di belakang Jessica pun menoleh ke belakang dan menatap Ivan. “Apa yang sedang anda lakukan?” tanyanya dengan suaranya yang terdengar begitu tegas.
“Saya ini temannya Jessica. Jadi, apa salah jika saya mengikutinya?” ucap Hansel sembari menaikkan alis sebelah kanannya
Jessica pun menatap ke arah lelaki itu, ia hanya diam tanpa mengatakan apapun.
“Boleh kalau gua ikut sama elo, bukan?” tanya Ivan sembari menatap Jessica.
Jessica menganggukkan kepalanya kemudian ia kembali melanjutkan perjalanan kakinya menuju bibir pantai.
Ivan tidak tinggal diam, lelaki itu langsung mengambil langkah tepat di samping Jessica. Ia juga tidak lupa melemparkan senyuman penuh kemenangan kepada pengawal yang diutus Mike untuk Jessica.
“Lama enggak jumpa,” ucap Ivan.
“Lama dari mana?” tanya Jessica.
“Terakhir kita bertemu saat di sirkuit. Sekitar 2 bulan lalu, bukan?” ucap Ivan sembari mengingat kapan terakhir kali mereka berdua bertemu.
“Sekarang kuliah di mana?” tanya Jessica mengalihkan pembicaraan.
“Wecest University,” jawab Ivan.
“Berarti enggak jauh dari sekolah kita dulu, ‘kan?” tebak Jessica. Karena seingatnya, letak kampus itu berdekatan dengan sekolah mereka dulu.
“Iya,benar,” jawab Ivan.
Jessica duduk di atas pasir, pandangannya ia luruskan ke hadapannya yang sedang menyuguhkan deburan ombak yang begitu cantik.
Ivan yang duduk di sampingnya dibuat terpana oleh paras cantik dari gadis ini. Gadis yang nampak sedang menyimpan banyak hal dalam hati dan pikirannya.
Sejujurnya, memang banyak hal yang ingin Jessica luapkan. Namun, ia terlalu segan dengan pengawal yang berdiri tegap di belakangnya.
“Boleh enggak kalau anda pergi sebentar? Ada hal yang mungkin membuat Jessica segan berbicara jika ada anda di sini,” ucap Ivan sembari menatap pengawal utusan Mike itu. “Saya yang akan bertanggung jawab atas Jessica,” sambungnya.
“Maaf, tuan muda. Saya diperintahkan untuk menjaga Nona Jessica. Bukan untuk bersantai dan melempar pekerjaan saya kepada Tuan muda,” sahutnya.
“Sudah, Van. Biarkan saja,” ucap Jessica menengahi.
Selama hampir 30 menit Jessica dan Ivan duduk di bibir pantai, Jessica pun berdiri dan mengajak Ivan untuk kembali ke resto.
“Selama 30 menit kamu hanya diam, seolah sedang bertengkar dengan isi hati dan pikiran. Lalu, sekarang kamu tersenyum seolah semuanya baik-baik saja,” Ivan membatin sembari sesekali melirik ke arah Jessica yang berjalan di sampingnya.
Sesampainya di dalam restoran, Jessica langsung menghampiri kedua orangtuanya yang duduk semeja dengan Hansel. Sedangkan Ivan, ia langsung pergi ke kamar kecil.
“Ngobrolin apa aja sama Ivan?” tanya Hansel pada Jessica.
“Enggak ada,” jawab Jessica apa adanya.
“Bohong,” sahut Hansel.
“Kalau mau tahu, kenapa tadi enggak ikutin aku juga?” tanya Jessica.
Seketika itu juga Hansel diam. Ia tidak berkutik dengan pertanyaan yang diberi oleh Jessica.
“Kenapa diam?” tanya Jessica sembari menatap Hansel dengan tatapannya yang begitu tajam.
“Jangan membuat Hansel takut, Jes,” tegur Mike.
Seketika itu juga Jessica segera mengalihkan pandangannya. Gadis itu nampak sangat geram dengan lelaki yang duduk di sampingnya. Menurutnya, Hansel terlalu banyak ikut campur dalam kehidupannya.
...
Setelah makan siang, acara ditutup dengan aksi dari beberapa pengemudi handal yang berada dalam satu komunitas yang sama dengan Mike.
3 orang sedang mengendarai mobil sport-nya masing-masing. Mereka melajukan mobilnya setelah sebuah peluit ditiup seiring dengan dijatuhkannya sebuah sapu tangan.
Mereka melaju dengan kencang hingga membuat mata Jessica berbinar. Mike paham betul dengan raut wajah anak angkatnya itu.
Jelas saja Jessica pasti ingin menjadi salah satu di antara mereka.
“Ingin mencobanya?” bisik Mike.
Jessica yang tadinya masih fokus ke jalanan, mendengar pertanyaan itu membuatnya segera menatap Mike.
“Kita enggak bawa mobil ke sini. Gimana mau ikutan coba?” tanya Jessica kembali.
“Mau atau enggak?” tanya Mike sekali lagi.
Jessica berpikir bahwa apa yang Mike katakan akan mungkin terjadi.
“Mau lah. Tapikan...”
“Ayok ikut dengan Papa,” potong Mike kemudian ia menarik lengan Jessica dengan lembut.
Mike membawa Jessica menghampiri Sandra. Saat sudah berhadapan dengan perempuan itu, Mike berkata “Pinjam mobil lo dong. Satu aja.”
Sandra menatap Jessica yang berdiri di samping Mike. Kemudian ia bertanya “Jessica mau menyetir?”
“Batch 2 khusus untuk anak muda, bukan? Mana mungkin Jessica absen,” sahut Mike.
Sandra pun mengeluarkan sebuah kunci mobil dari dalam tasnya, kemudian ia menyerahkan kunci itu kepada Jessica. “Kalau kamu menang, kuncinya buat kamu,” ucap Sandra. “Sama mobilnya tentunya,” sambungnya.
“Seriusan, Kak?!” tanya Jessica yang seolah tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Sandra.
“Terima dulu kuncinya,” ucap Sandra.
Jessica pun mengambil kunci itu dari tangan Sandra.
“Aku sama seperti Papa kamu. Apa yang aku katakan, enggak mungkin sebuah kebohongan,” ucap Sandra sembari tersenyum.
“Terima kasih banyak, Kak,” ucap Jessica yang begitu senang sekarang.
“Iya, Jes. Semoga kamu menang,” sahut Sandra. “Sana bersiap. Mobilnya yang warna kuning, ya,” sambungnya.
Jessica menganggukkan kepalanya, kemudian ia memencet remot kontrol yang ada pada kunci yang baru saja diberikan oleh Sandra. Saat mobil berbunyi setelah ia memencet remot kontrol itu, Jessica pun langsung berlari menghampiri mobil itu dan memasukinya.
“Jessica ikut balapan, Mike?” tanya Hansel yang menghampiri Mike.
“Lo tahu sendiri bagaimana dia, Sel. Ini caranya sendiri juga untuk menghibur dirinya sendiri,” sahut Mike.
“Balapan kali ini bukan di sirkuit loh,” ucap Hansel lagi.
“Sandra enggak mungkin membiarkan teman-temannya dalam bahaya,” sahut Mike sembari menepuk pundak Hansel dengan lembut. Kemudian, ia pergi dari hadapan Hansel.
“Lo tawarin apa?” Hansel nampak mengintimidasi Sandra.
“Kalau Jessica menang, mobilnya buat dia,” jawab Sandra kemudian ia juga meninggalkan Hansel.
“Masalahnya, Bokap gua ada di sini dan gua yakin kalau dia akan mencari celah untuk mencelekai Jessica,” Hansel membatin.
Tanpa pikir panjang, Hansel meminta kepada salah satu anak buahnya untuk membawa mobilnya ke sana. Lelaki itu jelas hendak ikut serta dalam balapan batch kedua yang diselenggarakan oleh Sandra.
“Selagi gua ada, bapak tua itu enggak akan pernah bisa mencelakai elo, Jes,” batin Hansel lagi.
To Be Continued...