Setelah magrib, Aira merasakan perutnya sudah berbunyi bunyi minta diisi kembali. Ia teringat Ziyad yang ada di kamar ujung . Kemana suaminya itu akan membeli makanan? Ketika ia sedang menuliskan pesan WA ke suaminya itu, WA dari suaminya sudah terlebih dahulu masuk. “Sudah dapat rumah kos nya?” “Sudah, alhamdulillah. Sudah makan?” WA Aira langsung diread lagi, dan langsung terlihat Ziyad menjawabnya, “Belum, ini baru pesan makanan. Makan bersamaku disini ya, sekalian tidur disini. Sekalian kita ngobrol, ajak ibu juga makan disini, biar makanan saya pesankan dari hotel.” “Baik, tapi aku tanya pada ibu dulu.” Aira memandang ibunya dan berkata, “Bu, Ziyad ngajak makan di kamarnya. Jadi kita tidak usah makan di luar.” “Boleh. Ibu mau. Capek juga kalau keluar lagi.” “Ting..” bunyi pesan

