“Kamu yakin dek, mau di kos kosan aja?” Tanya Haryo yang menemani Aira dan ibunya mencari kosan. Mereka sudah berada di depan satu rumah yang menyediakan kos kosan khusus wanita. Kosan itu tertutup oleh pagar tembok yang cukup tinggi dan gerbangnya berupa pintu besi yang bisa digeser setinggi hampir 1,5 meter. Mereka bisa melihat ke halaman kost itu. Halaman yang cukup luas, dan bisa memuat beberapa mobil dan motor. “Iya mas ga pa pa” “Nggak mau di apartemen aja?” “Nggak ah.. aku nggak mau sendirian,” “Lah, kalau di kosan kan juga sendirian.” “Itulah mas, tapi masih mending lah, kalau di kosan ini kan masih kayak rumah, nggak terlalu sendirian amat sih. Aku dengar kosan ini punya ruang komunal yang tempat penghuni kos bisa hanging out bersama.” “Kamu nggak mau di asrama aja? Lebi

