18. Ada yang Rindu

1106 Words

Cecilia menatap layar ponsel beberapa detik sebelum akhirnya mengangkat panggilan itu. Dia menarik napas panjang, menahan emosi agar suaranya tetap terdengar normal. "Iya, Mah," ucap Cecilia pelan. "Kamu sudah transfer belum?" tanya Rebecca dengan nada dingin. "Barusan aku transfer, Mah," jawab Cecilia sembari menggigit bibir menahan agar isak tangisnya tidak pecah. Dia sedang sakit dan ingin Rebecca mengerti kondisinya, tapi sang ibu malah tetap memaksakan kewajiban yang seharusnya sejak awal tak dibebankan kepadanya. Dan lagi ejak dulu Rebecca tidak menyukai jika Cecilia menangis. Bahkan waktu kecil sang ibu pernah menghajarnya habis-habisan saat dia merengek menginginkan sesuatu. "Bagus. Kamu memang selalu bisa Mama andalkan," ucap Rebecca dengan dingin. Keheningan pun tercipta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD