Cynara dan Alvaro berangkat menggunakan mobil mewah Alvaro dengan Alvaro yang menyetir mobil tersebut. Cynara cukup gugup karena dia sendiri tahu kalau pesta ini hanya sekedar perkenalan antar klien saja dan tidak benar-benar bekerja. Tapi menurut Cynara ini sama saja mempertaruhkan karirnya.
Alvaro menoleh sekilas pada Cynara lalu kembali fokus pada kemudinya.
“Kau baik-baik saja kan?” Tanyanya.
“Saya baik-baik saja Tuan.” Kata Cynara sambil tersenyum.
“Nanti akan ada beberapa rekan saya yang hadir. Saya harap kau tidak terlalu meladeni mereka semua.” Katanya dengan datar.
“Memangnya kenapa, bukankah Tuan Alvaro bilang saya harus bisa berbaur dengan para klien?” Tanya Cynara yang bingung dengan ucapan bosnya.
“Bukan dengan klien tapi dengan teman-teman saya. Mereka sedikit merepotkan jika tahu saya membawa kau ke pesta.” Kata Alvaro.
“Oh.”
Hanya itu saja tanggapan Cynara karena dia sendiri belum pernah bertemu dengan teman-teman Alvaro. Dia malam itu hanya akan fokus pada pesta dan Cynara harus bisa bekerja semaksimal mungkin.
Sesampainya di depan Club, Alvaro dan Cynara langsung keluar dari mobil dan Alvaro membiarkan security untuk memarkirkan mobilnya.
Tanpa mereka berdua sadari tiga lelaki tampan sedang melihat ke arah mereka.
“Wow! Baru kali ini dia bawa cewek.” Kata seorang laki-laki berambut coklat dan berbadan atelis berama Ivan.
“Iya, cantik banget gak sih itu cewek yang di bawa.” Timpal salah satu temannya yang bernama Abian. Laki-laki dengan wajah tampan dengan jambang tipis yang membuat siapa pun pasti akan terpesona melihatnya.
“Dia sekretaris baru yang baru gue ceritakan.” Kata seorang laki-laki yang sudah mengenal Cynara, siapa lagi kalau bukan Rafael.
“Lo rekrut di mana cewek cantik kayak begitu?” Tanya Ivan dengan wajah usilnya.
“Gue dapat dia karena dia mengirim lamaran ke kantor, kebetulan Alvaro kemarin lagi rewel banget soal sekretaris sampai pusing gue.” Keluh Rafael.
“Haha.. gitu gitu dia juga temen lo Raf.” Kata Abian yang terkesan lebih dewasa namun percayalah dia adalah seorang pemain wanita yang memiliki prinsip tidak akan tidur dengan wanita yang sama. Memang pemain handal.
“Lo tahu, kemarin adalah sekretaris 15 yang di pecat sama dia. Giliran Cynara datang dia langsung di terima. Kan ngeselin banget.” Rafael kembali mengeluh.
“Sudah, sudah dia dateng ke sini.” Kata Ivan sambil memperhatikan Alvaro dan Cynara yang berjalan ke arah mereka bertiga.
“Sudah lama kalian di sini?” Tanya Alvaro.
“Sudah dari jaman purba kita di sini, haha..” Timpal Ivan.
“Pantes mirip moyet lo.” Kata Alvaro dengan datar.
“Ya ampun Al, minimal kalau bercanda tuh senyum dikit kek. Biar guenya juga gak sakit hati. Iya gak Raf?” Tanya Ivan pada Rafael yang mencoba meminta dukungan.
“Tapi emang Al gak salah sih, lo emang mirip monyet.” Kata Rafael lalu tertawa.
Ivan hanya menghela nafas pasrah saat teman-temannya mengolok dirinya. Sementara itu, Cynara hanya diam saat melihat interaksi Alvaro bersama dengan ketiga temannya. Cynara rasa Alvaro tidaklah sekaku itu, dia hanya bisa tersenyum sambil melihat ke arah Alvaro yang sedang tersenyum tipis. Namun pandangannya langsung teralih pada Cynara dan akhirnya mereka saling bertatapan.
“Kenapa kau menatap saya seperti itu?” Tanya Alvaro.
“Eh? Tidak apa-apa.” Kata Cynara lalu langsung mengalihkan pandangannya.
“Kenalin dong Al cewek cantik yang di samping lo.” Kata Ivan sambil menaik turunkan alisnya.
“Gak usah genit, dia gak bakal suka sama lo.” Kata Alvaro mencoba menutupi Cynara dari ketiga sahabatnya termasuk pada Rafael.
“Emangnya kalau sama lo dia bakalan suka gitu? Haha..” kata Ivan.
“Tuan, kapan ki..”
Belum juga Cynara menyelesaikan ucapannya, seorang perempuan datang menghampirinya. Dia langsung memperhatikan Cynara dari ujung rambut sampai ujung kaki. Perempuan itu langsung tersenyum dan menarik tangan Cynara.
“Hei cantik, mau gabung ke circle kita gak?” Tawar gadis itu yang langsung bicara pada Cynara.
“Woy! Jangan main rekrut orang aja deh lo.” Kata Ivan pada gadis tersebut yang ternyata adalah adiknya yang bernama Laura.
“Ih, tapi dia cantik kak.” Kata Laura sambil tersenyum ke arah Cynara.
“Ya sudah lah, terserah lo. Ajak aja dia ke dalam. Mending gabung sama kalian dari pada gabung sama kita.” Kata Ivan.
“Benar, bisa-bisa Abian langsung sikat habis Cynara nanti.” Cicit Rafael yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alvaro namun dia dengan santai hanya mengacuhkan sahabatnya itu.
“Ayo cantik kita ke dalam yuk.” Ajak Laura pada Cynara.
Cynara seketika bingung dengan situasi yang menimpanya. Berawal dari dia yang tiba-tiba berada di antara orang-orang yang berteman dengan Alvaro. Di tambah sekarang ada seorang gadis yang tiba-tiba memintanya untuk masuk ke dalam grup pertemanan Laura.
“Masuk saja, nanti saya menyusul.” Kata Alvaro seakan-akan mengizinkan Cynara.
Cynara hanya mengangguk paham dan Laura dengan senang hati langsung menarik tangan Cynara untuk masuk ke dalam Club.
Cynara yang baru kali itu masuk ke dalam Club hanya bisa mengerjapkan matanya berkali-kali dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan Club.
“Ayo ke sana!” Ajak Laura.
Cynara hanya mengangguk patuh, dia benar-benar bingung dan hanya mengikuti ke mana pun Laura membawanya. Sampai akhirnya Cynara di bawa ke sebuah meja yang sudah di duduki oleh dua orang wanita lainnya.
“Ris! Del! Lihat gue bawa siapa.” Teriak Laura sambil menunjukkan Cynara pada mereka.
Cynara hanya membungkuk sambil tersenyum ke arah Riska dan Adelia. Mereka berdua adalah teman satu geng dengan Laura.
“Gila, lo dapat bidadari dari mana lo Lau?” Tanya Riska.
“Haha.. tadi kayaknya bareng kak Al deh.” Kata Laura.
“Duduk dulu Ci, eh nama kamu Cynara kan?” Tanya Laura mencoba memastikan kalau dia tidak salah.
“Iya namaku Cynara.” Kata Cynara lalu duduk di samping Laura.
Cynara merasa aneh dengan situasi yang menimpanya. Dia cukup bingung karena alasan dia datang ke Club adalah untuk bekerja tapi dia malah mengobrol dengan geng gadis sosialita yang tentu saja Cynara merasa tidak pantas untuk berteman dengan mereka.
Bagaimana tidak? Berawal dari Laura yang merupakan adik dari Ivan. Ivan sendiri memiliki perusahaan yang bergerak dalam bidang fashion dengan Laura yang sebagai Banya karena dia merupakan seorang selebgram terkenal.
Di tambah dengan Riska yang seumuran dengan Laura. Dia merupakan seorang anak dari anggota dewan. Makanya dia terlihat lebih dewasa terlihat lebih dewasa di bandingkan dengan Laura dan Adelia.
Dan yang terakhir adalah Adelia seumuran dengan Laura. Tapi menurut Laura, Adelia sedikit lemot, lugu dan tidak terlalu bisa di andalkan karena terlalu plin-plan. Tapi meskipun begitu Adelia merupakan anak konglomerat yang memiliki beberapa cabang hotel di beberapa daerah serta memiliki kebun berhektar-hektar di kampung halamannya.
Kembali pada Cynara, dia merasa canggung berada di sekitar para gadis sosialita itu.
“Kau bilang kak Al yang bawa Cynara, emangnya dia siapanya kak Al?” Tanya Riska lalu menyesap whisky yang ada di mejanya.
“Aku juga gak tahu.” Jawab Laura dengan polosnya.
“Kamu kerja bareng kak Al ya?” Tanya Laura pada Cynara.
“Iya, aku sekretaris Tuan Al.” Jawab Cynara sekenanya.
“Eh, tumben banget gak sih kak Al punya sekretaris cewek biasanya dia kan gak pernah mau kerja sama cewek.” Kata Riska.
“Tahu nih, lihat Cynara bening ya pasti kak Al ada niat lain pasti.” Kata Laura dengan polosnya.
“Hei, kalian ini ngomongin kayak gitu di depan Cynara. Nanti kalau dia beneran takut sama kak Al terus berhenti kerja kalian yang tanggung jawab loh.” Kata Adelia.
“Haha.. cuma bercanda kok, gue yakin kalau kak Al pilih Cynara karena dia bisa di andalkan sama kaya yayang gue kak Rafael.” Kata Laura lalu terkekeh pelan.
“Haha.. masih suka aja lo sama kak Rafael?” Tanya Riska.
“Kak Rafael yang mana sih?” Tanya Adelia dengan wajah penasaran.
“Dih, nih anak pakek acara lupa pula. Nanti orangnya ada gue tunjukin nanti.” Kata Laura dengan sedikit kesal.
Cynara hanya bisa memperhatikan ketiganya yang sedang mengobrol. Dari obrolan mereka Cynara sudah tahu sepertinya Laura menyukai Rafael karena hanya Rafael sekretaris Alvaro lah yang Cynara kenal.
Lalu untuk dua wanita lainnya Riska dan Adelia, dia masih menimbang-nimbang karakter dari kedua orang tersebut.