Di Ujung Rindu

2071 Words

“Cepatlah. Kita harus bergerak sekarang. Aku tak mau dianggap ingkar janji oleh pasukan kelewang,” perintah Razi pada istrinya. “Perasaanku tak enak, sepertinya adikku terus saja meminta tolong. Bisakah kita pergi saja dan biarkan kotak kayumu dibawa pasukanmu saja?” Cempaka menoleh ke atas bukit yang menjadi perhatiannya beberapa waktu belakangan. “Setelah bertemu mereka dan menyerahkan semuanya, aku janji, kita akan mencari adikmu walau harus melintasi seluruh Bukit Gayo.” Razi kemudian meraih tangan istrinya, sebab wanita bermata tajam itu tak henti-hentinya memandang ke puncak bukit yang ditutupi awan putih. Kabut tebal semakin memperpendek jarang pandang mereka. Razi tetap melangkah dengan tenang tanpa melepas tangan Cempaka, meski hatinya juga berdebar sangat kencang. Ia sebelu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD