Cempaka terus berjalan bersama Razi dan juga rombongannya. Namun, tiap sebentar wanita yang sudah menikah selama dua purnama bersama Razi itu menoleh ke belakang. Dari kemaren firasatnya dengan para perempuan korban perang itu memang sudah tidak enak. Mereka batuk bersamaan. Cempaka pun dibatasi kedekatannya oleh Razi. “Tak bisakah kita berhenti dulu, Bang. Kasihan mereka,” pinta Cempaka pada Razi. “Tapi kita sudah banyak kali beristirahat. Batas waktu bertemu dengan pasukan kelewang sudah di penghujung. Kita tak boleh berhenti lagi.” “Kasihan mereka. Kalau begitu kau sajalah yang pergi ke atas bukit. Aku tunggu saja di sini bersama perempuan itu. Tak tega aku melihat mereka menderita seperti ini.” Cempaka tak seiring sejalan lagi dengan Razi. Namun, ketua perampok merah itu menahan

