Cempaka terus berlarian walau kakinya tertusuk duri. Ia tak menghiraukan panggilan Razi yang menyusulya. Wanita itu terpeleset lalu jatuh berguling-guling terus menuruni bukit hingga bajunya koyak terkena goresan ranting pohon. Razi berlari menyusul istrinya yang tubuhnya terhenti di dekat lumpur hitam. Ia kemudian membantu Cempaka berdiri dan memintanya untuk berhati-hati mencari adiknya yang belum tentu ada di tempat itu. “Kalau kau tak mau membantu biar aku sendiri saja.” Cempaka mengabaikan bantuan dari Razi. Kembali ia meneriakkan nama Kenanga berulang kali, berharap harapannya sekarang tak sia-sia. Kenanga mendorong tubuh Alif yang menguasainya sangat lama. Ia menoleh ke belakang, debar jantungnya terasa berbeda, ia merasa ada yang memanggil namanya berulang kali. Lelaki itu me

