Teuku Iskandar Sayuti--- paman Alif dari kerajaan pesisir, duduk di dalam Masjid Aya (Hagia) Sophia. Lelaki itu tengah menunggu kedatangan Sultan Hamid II yang amat susah untuk ditemui. Teuku Iskandar membutuhkan bantuan untuk memukul mundur para penjajah yang berasal dari Eropa, musuh yang sama dengan Konstantinopel sekarang. Paman Alif itu mengikuti kegiatan jama’ah Ashar terlebih dahulu sebelum mengutarakan maksudnya. Ia kemudian memberanikan diri berbincang dengan para pengawal pribadi Sultan Hamid II untuk mendapatkan izin berbicara walau hanya sebentar. Atas persetujuan Khalifah Ustmani itu, dua orang itu berbincang di teras masjid dengan sangat rahasia, sebab situasi di Konstantinopel sekarang juga penuh dengan pemberontakan dan serangan dari berbagai arah. “Aku mohon maaf, Tu

